Terima Kasih Telah Menulis Bersama Kokober

2026-05-26 11:39:31 | Diperbaharui: 2026-05-26 12:06:45
Terima Kasih Telah Menulis Bersama Kokober
Apresiasi tulus bagi para peserta Lomba Menulis Kokober1. (Foto: Maria Tanjung Sari/Dok. Kokober)

Lomba menulis Kokober bertema “Melahirkan Pancasila dalam Keseharian” telah selesai diselenggarakan tepat pada 25 Mei 2026 pukul 18.00 WIB.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat yang telah ikut menulis, berbagi cerita, dan menghadirkan wajah-wajah sederhana yang sering terlewat dalam keseharian kita.

Setiap tulisan yang masuk menghadirkan sudut pandang, empati, dan kepedulian yang begitu berharga.

Berikut nama peserta dan karya yang telah berpartisipasi:

1.     Optimisme Bangkit, meski Sempat Terpuruk karena Usaha Bangkrut — Budi Susilo
2.     Di Balik Rompi Oranye dan Kota yang Bersih — Saiyidinal Firdaus
3.     Pasukan Oranye di Pagi Hari : Pancasila yang Hidup tanpa Panggung — Maflindo Butar Butar
4.    Pancasila Tidak Tinggal di Podium — Bayu Syamsudin
5.    Kopral, Begitu Kami Menyapanya — Seravaile Maryam
6.    Dari Lereng Arjuna, Senyap yang Menghidupkan: Membaca Pancasila Lewat Keringat Petani Batu — Umi Setyowati
7.    Clean Land for Small Cities: Ciamis Kabupaten Pancasilais — Nida Nafisah
8.    Kepingan Nilai Pancasila Bersinar di Sudut Jalan Raya — Fajarwalker
9.    Menjaga Tunas Bangsa dari Dapur-Dapur Desa — Beryn Imtihan
10.    Punggung yang Mengangkat Banyak Perjalanan — Berliani November Rain
11.    Punggung yang Memikul Sayur dan Wajah Pancasila dari Jalanan Kehidupan — Salmun Ndun
12.    Belajar Toleransi dan Tradisi di Kaki Gunung Ciremai — Ferdiansyah Abikusna
13.    Di Atas Bis Trans Jogja, Gadis Papua itu Mengajarkan Arti Pancasila — El Lazuardi Daim
14.    Manisnya Gulali Pancasila — Agustina Purwantini
15.    Pancasila dalam Wajah-Wajah Sederhana: Merawat Indonesia dari Kehidupan Sehari-hari — Budi Suhartawan Official
16.    Pancasila dalam Realisasi — Hamdali Anton
17.    Persahabatan Di Antara Istiqlal dan Katedral — Mei Daema
18.    Pancasila dari Seorang Ibu Penjual Ayam Bakar yang Mengajarkan Arti Kemanusiaan — Iin Arini Nainggolan

Saat ini proses penjurian sedang berlangsung. Nantikan pengumuman pemenang dalam waktu dekat.

Salam Kokober, salam berbagi.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar
Terimakasih telah menyediakan ruang 🥰
2026-05-26 15:17:18