Di Balik 4.151 Langkah, Ada Doa Untuk Yola

2026-04-26 09:58:17 | Diperbaharui: 2026-04-26 09:58:17
Di Balik 4.151 Langkah, Ada Doa Untuk Yola
Pernikahan Yola (JAS Merah Putih), Padang 25 April 2026

Pagi itu berbeda. Bukan hanya karena matahari bersinar lebih ramah dari biasanya, atau karena udara di sekitar pos security dilintas jalan protokol yang terasa lebih sejuk. Ada getar bahagia yang tak kasatmata, mengalir dari satu orang ke orang lain, dari senyum ke senyum, dari ucapan selamat yang bersahut-sahutan.

Izin abg/kakak/rekan-rekan JAS, jika berkesempatan gabung Jalan Santai di tikungan pos security jam 8.00. Terima kasih. Wassalam.

Pesan pendek itu menjadi pembuka dari rangkaian kebahagiaan yang tak terduga. Sebab, pada hari itu, komunitas JAS Merah Putih tidak hanya berkumpul untuk berjalan bersama, tetapi juga untuk merayakan sebuah babak baru dalam hidup salah satu dari mereka: Yola dari fungsi Hukum, resmi menikah.

Ada yang unik dari komunitas yang lahir dari langkah-langkah sederhana ini. JAS Merah Putih (singkatan dari Jalan Sehat) bukan sekadar kumpulan orang yang ingin membakar kalori atau mengejar target 6.000 langkah per hari.

Lebih dari itu, komunitas ini adalah ruang dimana sekat-sekat jabatan birokrasi lumer oleh keringat dan tawa. Ruang di mana seorang kepala bidang bisa berjalan berdampingan dengan staf administrasi, bercerita tentang anak, tentang hobi, tentang mimpi-mimpi kecil yang tak pernah sempat diutarakan di ruang rapat.

JAS Merah (24 April 2026)

Dan pada hari bahagia Yola, ruang itu melebar lagi.

Walk on… walk on… Begitu kata salah satu sahabat (Belen), sambil membagikan pencapaian 4,31 km.

Dokumen Pribadi (dokpri)

BarakAllahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fii khair. Doa mengalir dari papan ketik ke papan ketik, dari hati ke hati.

Beberapa utusan komunitas JAS pun hadir (Yani, Ainun, dan Mega) dan nama-nama lain yang biasanya hanya bertemu di rute jalan sehat pagi hari. Kini mereka duduk berdampingan di antara dekorasi pernikahan, melepas sepatu olahraga sebentar, menggantinya dengan senyum kebanggaan.

Mereka bukan sekadar tamu undangan. Mereka, saksi dari kebersamaan yang tumbuh dari langkah-langkah kecil—langkah yang dimulai dari pos security pukul 08.00 wib, dari candaan di grup WhatsApp, dari obrolan ringan tentang target langkah dan kalori terbakar.

Menariknya, momen seperti ini memperlihatkan bahwa relasi di balik seragam ASN ternyata hangat dan tulus. Tidak melulu soal pekerjaan, target, atau rutinitas birokrasi, tetapi juga tentang saling mendukung di fase-fase penting kehidupan.

Kehadiran teman-teman di acara pernikahan itu bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata dari kebersamaan yang tumbuh dari langkah-langkah kecil saat jalan sehat.

Barangkali, inilah makna komunitas yang sesungguhnya: berjalan bersama, bukan hanya di lintasan olahraga, tetapi juga dalam cerita hidup masing-masing.

Lalu, dari sudut ruangan, Yola tersenyum. Dengan mata berbinar, ia mengetik pesan singkat yang kemudian dibaca oleh semua anggota grup JAS:

Semoga bisa ikutan. Aamiin aamiin ya rabbal ‘alamin. Terima kasih doanya, ya Bang Angga dan Komunitas JAS Merah Putih. Semoga kita semua dilimpahkan oleh keberkahan-Nya. Makin kompak, sehat, dan bugar.

Dan seluruh grup pun menjawab dalam hati yang sama: Aamiin.

Sehat itu ternyata tidak hanya diukur dari berapa banyak kalori yang terbakar atau berapa kilometer yang ditempuh. Sehat juga bisa diukur dari seberapa hangat kita menyambut kebahagiaan orang lain. Seberapa lapang dada kita meluangkan waktu, meski hanya sehari, untuk hadir dalam momen penting sesama.

JAS Merah Putih mungkin lahir dari ajakan sederhana untuk berjalan. Namun, lambat laun, komunitas ini tumbuh menjadi lebih dari itu. Ia menjadi keluarga kedua bagi para anggotanya. Tempat di mana tubuh bergerak, pikiran rileks, dan hati terhubung.

Di pagi hari, kami berjalan bersama di trotoar kota. Di sore hari, kami saling mengirimkan doa dan kabar. Di hari-hari bahagia seperti milik Yola, kami duduk bersama, menyaksikan, dan mengucapkan:

Selamat berbahagia, Yola. Semoga langkah hidupmu kedepan, seperti langkah sehatmu bersama kami: penuh berkah, ringan, dan selalu ditemani orang-orang baik.

Mari Berjalan, Mari Berbagi Cerita

Kegiatan jalan sehat bagi ASN sering kali dianggap sebagai kegiatan seremonial belaka. Padahal, di dalamnya tersimpan potensi luar biasa: membangun budaya sehat, memperkuat solidaritas, dan menciptakan ruang aman untuk saling mendukung.

Komunitas JAS Merah Putih di Pekanbaru adalah salah satu buktinya. Mereka tidak hanya mencatatkan 4.151 langkah, 41 menit waktu aktif, atau 701 kalori yang terbakar. Mereka juga mencatatkan kebahagiaan, kehadiran, dan doa.

Bagaimana dengan Anda? Apakah di lingkungan instansi Anda sudah terbentuk komunitas jalan sehat? Atau mungkin Anda sedang mempertimbangkan untuk memulainya?

Cobalah memulai dari langkah kecil. Ajak satu atau dua rekan kerja. Tentukan titik kumpul yang mudah, semisal pos security pukul 08.00. Jangan khawatir tentang target jarak atau kalori. Cukup berjalan, berbincang, dan hadir untuk satu sama lain.

Karena pada akhirnya, jalan sehat bukan hanya olahraga, melainkan jalan menuju kebahagiaan bersama.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
1 Orang menyukai Artikel Ini
avatar