“Apakah komunitas menulis hanya tempat untuk merawat gagasan? Tidak, KOKOBER hadir untuk menemani semua orang yang ingin belajar dan bertumbuh bersama. Hadir pada kehidupan sosial yang lebih baik dan bermakna.”
Apakah kamu suka menulis? Pernahkah kamu mengikuti sebuah komunitas menulis? Apa yang kamu rasakan saat mengikuti komunitas itu? Bahagia atau bersemangat? Berbagai pertanyaan ini mungkin muncul, saat tergabung dalam sebuah komunitas menulis.
Menulis menjadi cara kita untuk merawat kata, merawat ingatan agar tak ada yang terlupa. Banyak dari kita yang mengikuti sebuah komunitas menulis untuk sekadar mengisi waktu luang, atau ingin mengasah kemampuan menulis lebih baik.
Namun, ada sebuah komunitas menulis yang sedikit berbeda, ia adalah Komunitas Kompasianer Berbagi (KOKOBER). Komunitas ini diinisiasi oleh Billy Steven Kaitjily, salah satu Kompasianer yang pasti sudah kamu kenal, bukan?
Ya, Pak Billy berhasil menyabet dua penghargaan di Kompasiana Awards 2025. Ia mendapatkan penghargaan di kategori Best in Opinion, dan People Choice pada Kompasiana Awards tahun lalu.
Pada 2025, KOKOBER memutuskan untuk membuat sebuah logo. Berbagai desain logo hadir dari beberapa teman Kompasianer yang tergabung dalam KOKOBER.
Logo itu dikumpulkan dan diperlihatkan kepada seluruh anggota KOKOBER. Pemungutan suara berjalan dalam waktu yang cukup lama. Setelah pemungutan suara yang panjang, hasil suara terbanyak jatuh kepada desain logo yang dibuat oleh Pak Beryn Imtihan.
Filosofi logo itu sesuai dengan visi dan misi KOKOBER, yaitu:
VISI
Menjadi ruang bertumbuh bersama bagi Kompasianer untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan nilai kehidupan, guna menciptakan dampak positif yang lebih luas.
MISI
- Membangun komunitas yang suportif, inklusif, dan saling menghargai keberagaman sudut pandang.
- Menjadi wadah kolaborasi antar-Kompasianer untuk menciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama.
- Menghadirkan ruang belajar bersama melalui diskusi, berbagi cerita, dan pertukaran ide.
- Menguatkan semangat literasi sebagai jalan untuk memahami diri, orang lain, dan kehidupan.
- Menumbuhkan kepedulian sosial melalui aksi nyata yang berdampak bagi lingkungan sekitar.
Dalam artikel yang telah dibuat oleh Pak Beryn Imtihan pada 7 Mei 2026 di Kompasiana, ia menjelaskan tentang filosofi logo KOKOBER secara rinci. Menjelaskan tentang satu-persatu simbol dalam logo tersebut yang ternyata memiliki makna begitu dalam.
Simbol obor menjadi pengingat bahwa menulis merupakan cara menjaga nyala gagasan agar tidak padam di tengah kebisingan. Obor yang berada di tengah berbentuk pena, menandakan tulisan sebagai penyangga utama semangat berbagi.
Dua obor di sisi kanan dan kiri, memiliki garis horizontal yang berbeda. Satu obor memiliki tiga garis yang bermakna pengetahuan, pengalaman, dan kepekaan sosial. Dua garis horizontal pada obor lainnya menggambarkan hubungan timbal balik antara penulis dan pembaca. Di mana tulisan itu akan menemukan maknanya ketika sampai kepada pembaca, menghadirkan percakapan menjadi lebih luas.
Pena dengan ujung yang mengarah ke atas, simbol harapan dan optimisme tentang menulis yang menjadi perjalanan untuk terus belajar dan bertumbuh bersama. KOKOBER hadir untuk merawat nalar dan empati. Merambah pada kehidupan sosial yang lebih baik dan bermakna.
Bukan sekadar logo, KOKOBER menyalakan semangat untuk bertumbuh bersama. Komunitas ini memiliki banyak penulis dengan keunikan masing-masing. Mereka punya gaya penulisan dan genre bervariasi.
Meski berbeda, kami punya tujuan yang sama. Seperti visi yang telah dibentuk, menjadi ruang bertumbuh bersama untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Sumber Referensi:
https://www.kompasiana.com/imtihanberin3971/69fbf22e34777c623a0636e3/logo-kokober-obor-penda-dan-tujuan-yang-sama