MENULIS REKOMENDASI PERBAIKAN TESIS PASCA UJIAN: Menuju Tesis yang lebih Berkualiatas

2026-07-17 00:50:36 | Diperbaharui: 2026-07-17 00:50:36
MENULIS REKOMENDASI PERBAIKAN TESIS PASCA UJIAN: Menuju Tesis yang lebih Berkualiatas

Oleh: A. Rusdiana

Ujian tesis bukanlah akhir dari proses akademik, melainkan tahap penting untuk menyempurnakan kualitas penelitian melalui berbagai masukan dari tim penguji. Catatan perbaikan yang diberikan bukan sekadar koreksi teknis, tetapi merupakan upaya akademik agar tesis memiliki ketepatan metodologis, kejelasan konseptual, konsistensi teoritis, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan keilmuan. Namun demikian, masih banyak mahasiswa yang memandang revisi hanya sebagai kegiatan administratif sehingga substansi penelitian kurang mengalami penyempurnaan. Padahal, setiap rekomendasi penguji sesungguhnya merupakan peta jalan menuju tesis yang lebih ilmiah, sistematis, dan memiliki nilai kebaruan (novelty). Oleh karena itu, diperlukan komitmen untuk memahami kembali pedoman penulisan tesis, memperkuat landasan teori, menyempurnakan metodologi, serta meningkatkan kualitas analisis. Tulisan ini menguraikan rekomendasi utama hasil ujian tesis sebagai panduan penyempurnaan karya ilmiah sehingga layak menjadi kontribusi bagi pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam. Berikut 4 pembelajaran yang perlu dimaknai bersama:

Pertama: Penyempurnaan Substansi Penelitian; Revisi pertama diarahkan pada penyempurnaan substansi penelitian mulai dari judul, latar belakang, rumusan masalah, kerangka pemikiran, kajian pustaka, metode penelitian, hingga pembahasan. Judul perlu difokuskan agar tidak menimbulkan multitafsir serta sesuai dengan wilayah kajian Manajemen Pendidikan Islam. Latar belakang harus memenuhi unsur fenomena, teori, GAP penelitian, argumentasi, serta alasan pentingnya penelitian berikut nilai kebaruannya. Rumusan masalah wajib berbasis teori yang digunakan sehingga tujuan penelitian, kerangka berpikir, hingga pembahasan tetap konsisten.

Kedua: Penguatan Landasan Teori dan Novelty; Landasan teori harus menjadi fondasi seluruh penelitian. Penggunaan teori perlu konsisten sejak latar belakang, rumusan masalah, kerangka pemikiran, metode, hingga pembahasan. Penelitian terdahulu tidak cukup hanya diringkas, tetapi harus dianalisis untuk menemukan persamaan, perbedaan, kelemahan, dan peluang pengembangan sehingga menghasilkan novelty penelitian. Dengan demikian tesis tidak hanya mengulang penelitian sebelumnya, tetapi menawarkan kontribusi baru bagi pengembangan ilmu Manajemen Pendidikan Islam.

Ketiga: Penyempurnaan Metodologi Penelitian; Metode penelitian harus selaras dengan karakter masalah penelitian. Penggunaan pendekatan kualitatif perlu disertai argumentasi ilmiah mengapa metode tersebut paling tepat untuk mengungkap realitas lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian, kisi-kisi penelitian, teknik analisis data, hingga model evaluasi yang digunakan harus dijelaskan secara sistematis. Pembahasan hasil penelitian harus mengintegrasikan teori, fakta empiris, serta implikasi ilmiah sehingga menghasilkan diskusi akademik yang mendalam.

Keempat: Penyempurnaan Teknis Penulisan; Perbaikan juga diarahkan pada aspek teknis penulisan sesuai Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi (PPTD). Sistematika penulisan, penggunaan footnote, kutipan langsung maupun tidak langsung, penulisan bahasa asing, penyajian tabel dan gambar, hingga daftar pustaka harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Referensi hendaknya didominasi jurnal ilmiah bereputasi dan buku terbaru sehingga kualitas akademik tesis semakin meningkat. Ketelitian terhadap aspek teknis akan memperkuat kredibilitas karya ilmiah sekaligus mencerminkan integritas akademik penulis.

Singkatnya, revisi pasca ujian merupakan proses penyempurnaan ilmiah yang menentukan mutu akhir tesis. Semakin serius mahasiswa menindaklanjuti rekomendasi penguji, semakin tinggi pula kualitas penelitian, kontribusi keilmuan, serta manfaat praktis yang dihasilkan bagi pengembangan Manajemen Pendidikan Islam. Wallahu A'lam.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar