Hi, Koteker dan Kompasianer. Apa kabar? Masih sehat dan bahagia, bukan.
Sabtu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana dan Pesanggrahan Indonesia sudah mengundang Kompasianer Aceh, Ichwanul Farissa untuk menceritakan pengalaman seru jalan-jalan ke Mangrove park di Lampulo untuk menanam mangrove dan melepas bibit kepiting bersama Walikota Aceh dan Pemangku Mangrove, Pemuda Peduli Mangrove Kutaraja.
Farissa mempresentasikan kegiatan yang bertajuk "Ruang Hijau" itu diikuti 75 anggota dan membayar HTM sebesar RP 75.000. Di mana acara yang digelar selain menanam bibit mangrove untuk menahan abrasi, melepas bibit kepiting untuk ekosistem tanah yang masih belum banyak airnya, juga ada acara makan, foto dan video bersama.
UNESCO menetapkan hari mangrove sedunia sejak 26 Juli 2015. Mengusung tujuan hari mangrove sedunia, kegiatan ini akan ditindaklanjuti di masa yang akan datang supaya mangrove lestari. Pentingnya mangrove karena selain pelindung daerah pesisir dari abrasi, penyerap karbon yang lebih efektif dibanding hutan alami, juga menjadi habitat keragaman hayati.
Ekowisata yang diikuti Farissa dan kawan-kawan tampak asyik dipandang dari rekaman video dan jepretan foto yang ditampilkan di layar. Tampak pedidikan lingkungan yang disampaikan ketua Pemangku Mangrove dalam foto.
Seru banget, ya,
Dari Aceh, kita ke Jerman. Walaupun timnas Jerman harus angkat koper dari Amerika kembali ke tanah air karena kalah dengan Equador, tetap saja mengupas kota-kota Jerman itu menyenangkan. Bad Godesberg adalah kota tua yang masih menjadi kawasan diplomat dari dulu sampai hari ini. Kota lama yang menjadi berkelas internasional itu layak untuk dijajaki untuk menguak sisi dan sudutnya yang luar biasa.
Apa saja tempat yang pantas untuk direkomendasikan kalau berkunjung ke sana? Apa makanan khasnya? Bagaimana dengan sistem transportasinya? Untuk tahu jawabannya, simak obrolan dengan Siti Asiyah, traveler dan Kompasianer yang tinggal di Bonn pada:
- Hari/Tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
- Pukul: 16.00 WIB Jakarta atau 11.00 CEST Berlin.
- Link: Di sini
Apa yang lestari di Bad Godesberg, tentunya menjadi gambaran dan contoh nyata bagi negara kita Indonesia. Gedung boleh tua, fungsinya boleh saja berbeda. Melindunginya dan melestarikannya dengan cara merawat dan mengunjungi dari waktu ke waktu menjadi langkah bijak untuk masa depan generasi mendatang.
"Buah durian harum baunya, buah manggis manis rasanya. Bersama Komunitas Traveler Kompasiana, kita keliling dunia."
Jumpa Sabtu sore.
Salam Koteka. (Gana Stegmann)