0926 | 05 - Jangan Berharap Cinta Sempurna, tapi Sempurnbakan dengan Cinta

2026-09-25 07:57:21 | Diperbaharui: 2026-09-25 07:57:21
0926 | 05 - Jangan Berharap Cinta Sempurna, tapi Sempurnbakan dengan Cinta
Embuh Pagi 0926 | 05 

EMBUH PAGI 0926 | 05

JANGAN BERHARAP CINTA SEMPURNA, TAPI SEMPURNAKAN DENGAN CINTA

Sebuah Refleksi tentang Hidup, Kehidupan, dan Penghidupan dari Sudut Pandang EMBUH dengan Konsep Berpikir Out of The Box

Kadang kita berharap cinta datang bersama seseorang yang sempurna.

Seseorang yang selalu mengerti.
Selalu sabar.
Selalu romantis.
Tidak pernah mengecewakan.
Tidak pernah membuat kita marah atau terluka.

Padahal, kita sendiri juga tidak sempurna.

Lalu mengapa kita menuntut cinta untuk selalu sempurna?

Saya mulai memahami bahwa mungkin persoalannya bukan mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai, tetapi belajar mencintai dengan cara yang lebih sempurna.

Karena dalam hubungan, pasti ada perbedaan.

Ada kebiasaan yang tidak kita sukai.
Ada perkataan yang kadang salah.
Ada sikap yang membuat kecewa.
Ada hari ketika kita tidak saling memahami.

Itu bukan selalu berarti cintanya sudah habis.

Bisa jadi kita sedang diberi kesempatan untuk belajar mencintai dengan lebih dewasa.

Cinta bukan tentang menemukan manusia tanpa kekurangan. Cinta adalah tentang bagaimana dua manusia yang sama-sama punya kekurangan mau belajar menjadi lebih baik bersama.

Namun menyempurnakan cinta juga bukan berarti menerima semua hal tanpa batas.

Jika ada kesalahan, bicarakan.
Jika ada luka, sembuhkan.
Jika ada kekurangan, saling belajar.
Jika ada perbedaan, cari jalan untuk memahami.

Karena cinta bukan hanya tentang “aku mencintaimu.”

Tetapi juga tentang:

“Apa yang bisa saya lakukan agar cinta ini menjadi lebih baik?”

Mungkin kita tidak akan pernah memiliki hubungan yang sempurna.

Tetapi kita selalu punya kesempatan untuk menyempurnakan cara kita mencintai.

Dengan komunikasi.
Dengan kesabaran.
Dengan kejujuran.
Dengan penghargaan.
Dengan kemauan untuk saling bertumbuh.

Dan ketika semuanya sudah kita usahakan, tetap ada bagian yang tidak mampu kita kendalikan.

Di situlah saya kembali belajar menjadi Wong Embuh:

Ikhtiar memperbaiki apa yang bisa diperbaiki, menerima apa yang tidak bisa dipaksakan, lalu menyerahkan hasilnya kepada Gusti Allah.

Jadi, jangan terlalu sibuk mencari cinta yang sempurna.

Temukan cinta yang mau sama-sama belajar, lalu sempurnakan dengan cinta.

Salam EMBUH,
{{{ Positif, Sehat dan Bahagia }}}

CATATAN :
EMBUH adalah akronim dari Empowerment, Mindfulness, Behavior, Unconscious, Healing.

EMBUHISME : Konsep Pemikiran “Out of The Box” tentang Hidup, Kehidupan dan Penghidupan dari Sudut Pandang yang EMBUH (Empowerment, Mindfulness, Behavior, Unconscious, Healing).

Buku “Aku Wong Embuh” untuk pemesanan bisa hubungi 0858-6767-9796.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar