Pentingnya Kurasi Karya Sastra

2024-03-29 09:42:00 | Diperbaharui: 2024-03-30 10:29:57
Pentingnya Kurasi Karya Sastra
Salah satu sudut Taman Ismail Marzuki. Foto: dokpri

Kehadiran karya cipta tentu menggembirakan sebagai wujud nyata perkembangan dunia literasi secara umum. Sayangnya kemudahan publikasi karya sastra dan genre lainnya, tidak dibarengi dengan kehadiran kurator dan kritikus yang memadai.  

Dampaknya timbul keprihatinan tentang kualitas karya itu sendiri. Banyak yang skeptis, dan bahkan dengan lantang menuding proses literasi kita masih pada tahap mencipta, namun secara kualitas belum dapat dipertanggungjawaban.

Literasi Kompasiana (LitKom) tengah berupaya menjadi jembatan di antar karya, kurator, dan kritikus. Salah satunya dengan membangun website pojoktim.com

Khusus bagi anggota LitKom yang memiliki karya berupa puisi dan cerita pendek (cerpen), silakan jika ingin mengirimkan karyanya untuk dimuat di PojokTIM. Rubrik prosa PojokTIM dikelola langsung oleh penyair Nanang R. Supriyatin

Jika lolos kurasi, karya kalian akan diterbitkan di PojokTIM dan mendapoat imbalan meski sebatas bentuk apresiasi. Ke depan tentu kami akan menyediakan honororium yang lebih memadai.

Jadi, selain tetap memposting karya-karya di Kompasiana yang tidak membutuhkan kurasi, tidak ada salahnya untuk melihat sejauh mana kualitas karya kalian. Silakan kirim karya terbarunya ke redaksi@pojoktim.com

 

Salam LitKom

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
2 Orang menyukai Artikel Ini
avatar