Kepada 31 peserta, Pulpen Kompasiana memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasinya dalam Sayembara Cerpen Pulpen XXXII.
1. Pertanyaan Yang Tidak Pernah Pulang - Nadyakristina Malau
2. Di Antara Detik yang Terluka - Berliani November Rain
3. Cermin di Pojok Kamar - Auranita Darmawan
4. Manusia Individualis yang Mencintai Kedamaian - Prkssirla Anny
5. Liturgi Nanah dalam Botol – Pradipa Ibnirafif
6. Tontonan Gadis Karet - S. Hera
7. "Pak Guru, Kenapa Orang Baik Kadang Tetap Sedih?" - Widodo Antonius
8. Apa yang Dimuntahkan Tuhan Sebelum Tidur? - Mochamad Iqbal
9. Melampaui Mintakulburuj - Gema Surya Hendrawan
10. Mengapa Gigi Taring Andreas Seperti Prince Vlad of Wallachia? - Sri Nur Aminah
11. Nasi Goreng Warisan Botak - Musad Firdaus
12. Tak Lebih Panjang, Tak Timpang - Ninik Sirtufi Rahayu
13. Benarkah Seorang Anak Harus Pulang ke Rumahnya Sendiri? - Ika Ayra
14. Manual Moral Yang Tak Dijual - Nina Sulistiati
15. Bunga Kertas yang Tumbuh Dalam Dada - Asih Purwanti
16. Apakah Kita Sedang Mencari Jawaban, atau Sekadar Bertahan? - T. Ernayuni
17. Jam Tanpa Detak - Wulan Kashi Dhamar Kinanthi
18. Adakah Kehidupan di Planet Lain? - Irvan Sjafari
19. Bertanya pada Pintu yang Tertutup - Daniela Cassandra
20. Bebas Tanpa Batas - Inong Islamiyati
21. Le Parfum de l'Absence (Aroma Ketidakhadiran) – Dip
22. Penjual Telur Puyuh di Terminal yang Sama - Irfan Hamonangan Tarihoran
23. Seminggu, Sebulan, Apa Sejam Lagi? - Sitti Sarifa Kartika Kinasih
24. Samirla adalah Kera – Gahpraja
25. Jika Ada Mayat Manusia Di Angkasa, Apakah Mayat Itu Akan Membusuk? - Tiara Noor
26. Secawan Rindu - A. Sukma Asar
27. Janji di Saf Terdepan – Kaekaha
28. Kopi dan Paradoks Ekspektasi - Nikodemus Yudho Sulistyo
29. Lelaki Bermata Satu - Tia Sulaksono
30. Pembangkangan Perempuan Pencatat Hujan - Abdul Mukhid
31. Pembunuhan Tidak Berencana – Ael
Untuk informasi, penjurian memasuki tahap akhir.
Simak pemenangnya dalam waktu dekat.
Salam.