PICK SMART: Cara Remaja Memilih Makanan Sehat di Tengah Godaan Jajan

2026-04-30 08:17:14 | Diperbaharui: 2026-04-30 08:17:14
PICK SMART: Cara Remaja Memilih Makanan Sehat di Tengah Godaan Jajan
edukasi

Di tengah ramainya kantin sekolah, pilihan makanan bagi remaja sering kali bukan soal mana yang paling sehat, tetapi mana yang paling enak, cepat, dan sesuai dengan suasana hati. Hal ini juga terlihat dalam kegiatan edukasi gizi yang dilakukan oleh tim Urban Health Center UMJ bersama Edufarmers di SMAN 6 dan SMAN 8 Tangerang Selatan.

Dalam diskusi bersama siswa, satu hal menjadi jelas: remaja sebenarnya sudah memiliki pengetahuan dasar tentang makanan sehat. Mereka tahu bahwa sayur itu penting, protein dibutuhkan, dan minuman manis sebaiknya dibatasi. Namun, ketika dihadapkan pada pilihan nyata—harga, rasa, teman, dan tren—keputusan yang diambil sering kali berbeda.

Di sinilah tantangan sebenarnya muncul: bukan pada pengetahuan, tetapi pada praktik sehari-hari.

Dari Tahu Menjadi Mau dan Mampu

Banyak siswa mengaku memilih makanan berdasarkan mood, harga, atau sekadar “yang penting kenyang”. Ada juga yang memilih berdasarkan apa yang dimakan teman, atau apa yang sedang viral di media sosial. Ini menunjukkan bahwa perilaku makan remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan situasi, bukan hanya informasi gizi.

Menyadari hal tersebut, pendekatan edukasi tidak lagi cukup hanya menjelaskan “apa itu makanan sehat”. Yang dibutuhkan adalah alat bantu sederhana yang bisa digunakan siswa dalam situasi nyata.

PICK SMART: Panduan Praktis untuk Remaja

Sebagai respons, diperkenalkan konsep sederhana: PICK SMART.

PICK membantu siswa membuat pilihan dasar di depan makanan:

  • Pick protein first: pilih sumber protein seperti telur, ayam, ikan
  • Include veggies: tambahkan sayur, walau sedikit
  • Cut sugar, salt, fat: kurangi yang terlalu manis, asin, atau berminyak
  • Keep water first: utamakan air putih

Namun, memilih makanan tidak pernah berdiri sendiri. Karena itu, dilengkapi dengan SMART sebagai cara berpikir:

  • Spot your situation: sadari kondisi—lapar, terburu-buru, atau ikut teman
  • Map your options: lihat pilihan yang ada
  • Avoid triggers: kenali godaan seperti promo atau ajakan teman
  • Rely on support: manfaatkan dukungan dari lingkungan
  • Take control: ambil keputusan sendiri
edukasi

Pendekatan ini tidak menghakimi pilihan siswa, tetapi membantu mereka lebih sadar dan terampil dalam mengambil keputusan.

Lingkungan yang Mendukung Lebih Penting dari Sekadar Larangan

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa perubahan perilaku makan tidak bisa dibebankan pada siswa saja. Lingkungan sekolah, ketersediaan makanan, hingga kebiasaan teman sebaya memainkan peran besar.

Menariknya, ketika siswa makan bersama atau melihat teman memilih makanan tertentu, mereka cenderung ikut mencoba. Ini menjadi peluang besar untuk membangun budaya makan sehat secara kolektif.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar