Bang Horas Kembali Jadi Pengisi Materi

2024-06-05 12:44:50 | Diperbaharui: 2024-06-05 12:44:50
Bang Horas Kembali Jadi Pengisi Materi
Pertemuan Pulpen

Halo, Sahabat Pulpen. Siapa yang sudah menunggu-nunggu hasil pertemuan Sabtu, 1 Juni 2024 kemarin? Kok, lama sekali tayangnya. Pasti ada yang tidak sabaran, tapi belum muncul juga. Alhamdulillah, inilah hasil reportasenya. Terima kasih, ya, sudah selalu setia dengan Pulpen dan selalu menunggu informasi dari Pulpen baik di Kompasiana maupun di akun sosial media Pulpen lainnya.

 Bukan Pulpen namanya kalau tidak menghadirkan hal-hal istimewa. Seperti pertemuan kemarin yang tak kalah istimewa yang langsung menghadirkan Bang Horas selaku pendiri Pulpen untuk menjadi narasumber. Bang Horas turun gunung untuk menyapa peserta zoominar. Moderator juga tak kalah istimewa yaitu Ibu Erry Siahaan, yang seorang penerjemah dan juga seorang penulis. Tema yang diangkat yaitu Bagaimana Menyusun Judul Cerpen yang Menarik?

Seperti biasa, Bang Horas memberikan ilmunya dengan santai, tapi tetap serius. Memulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang menarik peserta untuk berpikir. Bang Horas juga tidak main-main karena meneliti semua judul cerpen Kompas dari tahun tujuh puluhan sampai terbitan teranyar. Penasaran bukan dengan materinya? Yuk, kita simak di bawah ini.

Pembahasan Materi

Judul merupakan nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku atau bab itu. Dan merupakan kepala karangan (cerita, drama, dan sebagainya). Ciri-ciri judul:

  1. terletak di awal cerita;
  2. cenderung pendek; 
  3. faktor penentu tindak lanjut pembaca (selain ilustrasi); dan
  4. mencerminkan isi cerita.

Harapan atas sebuah judul:

  1. berhasil menarik pembaca untuk melanjutkan baca;
  2. tanpa membohongi pembaca (setelah membaca); dan
  3. sebisa mungkin tidak menyamai (identik) judul yang pernah ada.

Ada beberapa hal yang dirangkum Bang Horas juga tentang cara membuat judul yang menarik yaitu sebagai berikut:

  1. hindari unsur pesan moral; Justifikasinya karena ada beberapa orang yang tidak suka dinasehati, pesan moral membuat cerpen terasa terlalu serius, dan agar bisa dibedakan dari renungan agama.
  2. batasi penggunaan nama tokoh;
  3. intisari cerita;
  4. hal yang tidak biasa dan unik;
  5. mengandung makna tambahan dan tersirat; dan
  6. sederhana dan/atau aneh.

Menurut Bang Horas, hal di atas jangan dianggap terlalu kaku. Pemilihan judul juga dipengaruhi dengan pertimbangan tentang seberapa terkenal penulis cerpen dan bagaimana selera redaktur (bila cerpen dikirim ke media).

Wah, menarik sekali bukan pembahasannya. Sabtu sebelumnya telah dipelajari tentang penyuntingan dan sekarang judul yang menarik, apa tidak semakin penasaran untuk pertemuan Pulpen berikutnya? Ilmu-ilmu di Pulpen itu daging semua, lho. Yuk, ikuti terus pertemuan Pulpen dan gebrakan-gebrakan baru dari Pulpen. Rugi sekali bukan, yang terlewatkan pertemuan-pertemuan.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
2 Orang menyukai Artikel Ini
avatar
Terima kasih.
2024-06-05 14:39:05