Kenapa Ilmu Disebut Pertama dalam Doa Minum Zamzam?

2025-12-01 05:05:36 | Diperbaharui: 2025-12-01 05:05:36
Kenapa Ilmu Disebut Pertama dalam Doa Minum Zamzam?
Manasik An Namiroh PDM Kota Bekasi

Di antara doa yang paling sering dibaca ketika seseorang minum air Zamzam adalah doa yang diriwayatkan dari Abdullah bin Al-Mubarak:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاء

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”

Jika kita merenung sejenak, muncul sebuah pertanyaan sederhana namun bermakna dalam:

Mengapa permintaan pertama dalam doa itu adalah ilmu yang bermanfaat?

Bukan rezeki, bukan kesembuhan, bukan dunia yang mewah—tapi ilmu.

Pertanyaan inilah yang membawa kita pada sebuah pelajaran ruhani yang sangat berharga.


1. Karena Ilmu Adalah Fondasi Iman dan Amal

Allah meninggikan derajat orang berilmu bahkan sebelum menyebut orang beriman.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

"Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini bukan hanya informasi—tetapi penegasan tentang hierarki nilai.
Keimanan adalah pondasi, namun ilmu adalah penyempurna.

Tanpa ilmu, iman bisa lemah. Tanpa ilmu, amal bisa salah.


2. Karena Ilmu Menuntun Cara Mendapatkan Rezeki yang Halal

Rezeki yang luas menjadi permintaan kedua dalam doa Zamzam, dan itu bukan tanpa alasan. Rezeki hanya akan menjadi berkah jika didapatkan dengan ilmu yang membimbingnya.

Rasulullah ï·º bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan membuatnya faham terhadap agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ilmu adalah indikator bahwa seseorang sedang Allah pilih untuk mendapatkan kebaikan.

Karena tanpa ilmu, seseorang bisa bekerja keras, kaya raya, berpengaruh—tetapi tidak tahu bahwa ia sedang melukis dosa di setiap langkahnya.

Rezeki tanpa ilmu bisa menjadi fitnah, bukan nikmat.


3. Karena Ilmu Membimbing Manusia Menjaga Kesehatan dan Keseimbangan Hidup

Kesembuhan disebut terakhir dalam doa, bukan karena tidak penting, tetapi karena ia menjadi penjaga kemampuan untuk beramal.

Namun seseorang hanya tahu cara menjaga tubuh, ruh, dan adab minum Zamzam berlandaskan sunnah—jika ia memiliki ilmu.

Air Zamzam sendiri memiliki keistimewaan yang luar biasa, sebagaimana sabda Rasulullah ï·º:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air Zamzam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”
(HR. Ibnu Majah)


4. Karena Ilmu Adalah Permintaan yang Mengubah Dunia dan Akhirat

Semua nikmat dunia bersifat sementara—kesehatan bisa hilang, rezeki bisa berpindah, tubuh bisa melemah.

Tapi ilmu yang bermanfaat akan mengalir sampai seseorang dimasukkan ke dalam kubur—bahkan sampai hari akhir.

Rasulullah ï·º bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ... وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ

“Jika manusia meninggal, terputus amalnya kecuali tiga... salah satunya ilmu yang bermanfaat.”
(HR. Muslim)

Ilmu bukan hanya penerang dunia—ia adalah cahaya yang menyertai manusia sampai akhirat.

Urutan Doa Ini Mengajarkan Urutan Prioritas Hidup

Doa minum Zamzam bukan sekadar rangkaian kata—tetapi urutan pendidikan ruhani:

Ilmu → agar tahu arah hidup
Rezeki → agar bisa mengokohkan kehidupan
Kesembuhan → agar mampu mengamalkan kebaikan

Doa ini mengajarkan bahwa:

Yang paling penting bukan apa yang kita dapat, tetapi bagaimana kita memahaminya.

Air Zamzam menjadi saksi—bahwa seseorang yang meminumnya bukan hanya ingin kenyang atau segar, tetapi ingin menjadi lebih dekat dengan Allah melalui ilmu, amal, dan niat yang benar.


 

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar