Pembukaan Manasik Haji LBIHU An Namiroh: Awas TBC

2025-11-30 18:58:36 | Diperbaharui: 2025-11-30 19:17:57
Pembukaan Manasik Haji LBIHU An Namiroh: Awas TBC
Ustadz Abu Deedat

 Suasana hangat dan penuh antusias terlihat dalam pembukaan Manasik Haji LBIHU An-Namiroh Pimpinan Daerah Muhmmadiyah Kota Bekasi pagi ini. Para calon jamaah haji berkumpul bukan hanya untuk belajar teknis ibadah, tetapi juga untuk memperbaiki fondasi yang paling penting: akidah.

Acara resmi dibuka oleh Ketua PDM Kota Bekasi, Ustadz Abu Deedat Syihab. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan:

“Hari ini yang kita hadapi bukan hanya tantangan fisik saat berhaji, tapi juga tantangan keyakinan. Ada ‘TBC’ yang bisa merusak ibadah kita. TBC yang saya maksud bukan Tuberculosis, tapi Tahayul, Bid’ah, dan Churafat. Ini yang mengancam kemurnian ibadah haji.”

Dalam pemaparannya, Ustadz Abu Deedat menekankan bahwa haji bukan sekadar ritual yang diikuti begitu saja, apalagi hanya karena kebiasaan turun-temurun:

  • Bukan karena legenda tempat tertentu

  • Bukan karena simbol yang tidak ada tuntunan

  • Bukan karena amalan tambahan yang tidak berdalil

Beliau mengingatkan para jamaah bahwa ibadah haji harus dilaksanakan dengan ilmu, bukan sekadar ikutan atau “kata orang”.

“Ibadah haji punya panduan lengkap dari Rasulullah SAW. Bukan ruang eksperimen, bukan tradisi tambahan. Haji itu amalan tauhid.”

Fokus: Murnikan Aqidah

Ustadz Abu Deedat juga menyinggung fenomena jamaah yang masih percaya hal-hal mistis saat berangkat haji—misalnya membawa jimat, percaya benda tertentu bisa menjaga diri dari bahaya, atau menganggap ritual tertentu membawa keberkahan meski tidak ada tuntunan syariatnya.

“Dalam haji, yang kita cari ridha Allah, bukan pengalaman mistik atau cerita gaib. Tinggalkan TBC — kembali ke tauhid.”

 Harapan untuk Jamaah: Haji Mabrur, Ilmu Jadi Bekal

Acara pembukaan ini bukan hanya formalitas, tapi momentum pembuka perjalanan panjang belajar sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Targetnya jelas:

 Jamaah memahami makna haji
 Ibadah dilakukan sesuai tuntunan Nabi
 Aqidah dimurnikan dari keyakinan yang keliru
Jamaah siap lahir dan batin, bukan hanya logistik dan koper

Karena pada akhirnya, seperti yang disampaikan Ustadz Abu Deedat:

“Haji mabrur bukan dilihat dari berapa kali kita sudah ke Tanah Suci, tapi sejauh mana ibadah itu mendekatkan kita kepada Allah dan membersihkan aqidah kita.”

Semoga seluruh calon jamaah diberikan kesehatan, kemudahan belajar, dan keberkahan langkah menuju haji mabrur.
Aamiin.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar