Hayati, Si Manis Jagoan Silat

2024-07-05 17:20:08 | Diperbaharui: 2024-07-06 11:57:09
Hayati, Si Manis Jagoan Silat

Namanya singkat, Hayati. Wajahnya manis. Lehernya jenjang. Kulit kuning tinggi semampai. Rambut lurus hitam panjang. Separo dibiarkan tergerai, separonya digelung kecil tepat di atas kepala. Penampilannya mengingatkan orang kepada Endang Widuri, tokoh cerita silat karya SH Mintardja, Nagasasra Sabukinten.

Pagi itu Hayati ikut ibunya belanja ke pasar. Mumpung hari libur akan ia habiskan waktu bersama ibunya. Nanti sepulang dari pasar ia akan bantu ibunya memasak. Sekaligus membersihkan peralatan dapur setelah makan bersama keluarga. Demikianlah rencana yang diangankannya.

Ibunya mengajak Hayati ke deretan kios yang menjual sayuran. Banyak ibu-ibu yang juga datang ke sana. Suasananya agak berdesakan.

Tiba-tiba mata Hayati menangkap seorang lelaki yang tengah berusaha mengambil dompet dari tas belanja seorang ibu muda. Dengan sigap lelaki itu meraih dompet yang dia anggap tentu berisi banyak uang, kemudian pergi sambil memasukkan dompet itu di balik jaketnya.

Hayati tak bisa diam. Ia tinggalkan ibunya yang sedang menawar harga sayuran. Ia tunggu lelaki pengambil dompet itu yang berjalan tergesa-gesa ke arahnya.

Saat lelaki itu tepat melangkah di depannya, Hayati melintangkan kaki kanannya ke depan dan menggaet kaki pencopet itu. Ketika kaki lelaki itu tersangkut kaki Hayati iapun terjatuh. Badannya nyosop lantai pasar.

Lelaki itu bergegas bangkit dan membalikkan badannya berhadapan dengan Hayati. Nampak ia marah besar.

"Kau kait kakiku, hingga aku jatuh, kenapa ?" Katanya.

"Kembalikan dompet ibu itu." Jawab Hayati langsung pada pokoknya.

"Dompet apa ? Aku tak bawa dompet."

"Jangan ingkar. Kau ambil dompet merah di tas belanja ibu muda itu. Kini kau sembunyikan di balik jaketmu."

Percekcokan itu menarik perhatian semua orang yang ada di sekitarnya. Ibu muda yang disebut Hayati memeriksa dompet di tas belanjanya. Ketika tidak ada ia berteriak.

"Iya. Dompetku hilang."

Lelaki itu nampak panik. Ia bergegas balik badan hendak pergi dari tempat itu. Sekali lagi Hayati menggaet kakinya, lelaki itu sempoyongan ke depan. Namun ia tidak terjatuh. Karena marah ia balik badan hendak memukul Hayati.

Namun gadis itu sigap mengantipasi sikap lawan. Sebelum lelaki itu memukulnya, ia menyerang duluan. Dengan lompatan yang cepat ia mengirim tendangan sabit mengarah perut lelaki itu.

"Buuuk" terdengar suara benda berbenturan.

Lelaki itu tertekuk tubuhnya ke depan. Ia menekam perutnya yang dihantam tulang kering Hayati dengan keras.  Kesempatan itu dimamfaatkan oleh Hayati. Ia layangkan pukulan naga ke punggung lelaki itu. Iapun terjatuh mencium lantai pasar.

Tiba-tiba petugas keamanan pasar menerobos kerumunan di tempat itu. Ia segera meringkus lelaki yang baru saja jatuh kena hantaman tangan Hayati.

Saat para petugas menggeledah, sebuah dompet warna merah jatuh dari balik baju lelaki itu. Ibu muda yang kehilangan dompetnya berteriak.

"Itu dompetku. Ternyata ganteng-ganteng kau copet ya ?" Kata ibu muda itu seraya mengambil dompetnya.

Akhirnya mereka yang berkait kasus penangkapan copet itu diminta petugas ke kantor pasar. Mereka diminta keterangan kronologi kejadiannya. 

Setelah selesai Hayati dan ibu muda itu diperkenankan pergi. Semua petugas mengucapkan terima kasih atas bantuan gadis manis itu. Demikian juga ibu muda yang hampir kehilangan dompetnya.

"Wah adik pantas mendapat julukan Si manis jagoan silat" kata kepala pasar. ( Tamat)

 

 

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
1 Orang menyukai Artikel Ini
avatar
Wah, komunitas untuk penggemar fiksi laga? Keren, pak. Mungkin bisa diperkenalkan terlebih dahulu perihal komunitas ini🙏
2024-07-06 12:22:23
Komunitas ini untuk mewadahi mereka yang gemar membaca dan menulis cerita fiksi. Untuk saling bertukar karya agar bisa saling belajar untuk meningkatkan mutu karya kita kelak
2024-07-06 16:11:42