Tren Mode generasi z tahun 2026

2026-01-21 06:35:53 | Diperbaharui: 2026-01-21 06:35:53
Tren Mode generasi z tahun 2026

Tren mode Generasi Z tahun 2026 mencakup berbagai gaya yang menggabungkan nostalgia, inovasi, kesadaran akan keberlanjutan, dan ekspresi diri yang kuat. Berikut adalah beberapa tren utama:

 

Gaya Nostalgia yang Dimodernisasi

 

- Y2K Revival 2.0: Tren dari era 90-an hingga awal 2000-an kembali populer dengan sentuhan modern. Bisa dilihat dari paduan baggy jeans, baby tees, dan small bag, serta aksesoris seperti bandana, kalung choker, dan kacamata frame kecil. Kali ini, tren ini lebih berfokus pada keberlanjutan dengan menggunakan kain daur ulang dan pola yang dihasilkan oleh AI.

​

- Cottage Core: Mengusung gaya kehidupan pedesaan Eropa abad ke-18 dengan pakaian yang sederhana dan lembut. Blouse atau dress motif floral, outer panjang dengan warna khaki, umber, putih, atau steel menjadi pilihan utama, dilengkapi dengan topi jerami, pita, dan sepatu Mary Jane.

​

- Bloke Core: Terinspirasi dari budaya penggemar sepak bola Inggris tahun 1970-1980-an. Jersey sepak bola retro dipadukan dengan celana bertipe regular seperti denim shorts, sepatu kasual white sneakers, dan aksesoris seperti jam tangan, cincin, atau kalung. Tren ini juga menjadi simbol kecintaan dan loyalitas terhadap klub sepak bola.

 

Keberlanjutan dan Budaya Lokal

 

- Berkain: Kain batik dan wastra nusantara lainnya semakin digemari. Anak muda tidak ragu mengenakannya dengan gaya kasual untuk kegiatan sehari-hari, sebagai bentuk ekspresi cinta terhadap budaya Indonesia.

​

- Thrift and Vintage Core: Mode bekas atau vintage menjadi tren utama karena dianggap lebih berkelanjutan dan memiliki nilai sejarah. Setiap baju vintage memiliki cerita sendiri, dan menggabungkannya dengan elemen baru dapat menciptakan gaya yang unik.

 

Inovasi dan Teknologi

 

- Tech-Infused Outfits: Busana yang terintegrasi dengan teknologi seperti jaket yang dapat mengisi daya ponsel, aksesoris LED yang dapat menyinkronkan dengan playlist musik, dan kain yang dapat menyesuaikan suhu tubuh. Tren ini menunjukkan bahwa fashion tidak hanya tentang gaya tetapi juga fungsi.

 

Estetika dan Warna

 

- Maximalist Aesthetic: Menggantikan gaya minimalis dengan pola yang saling bertabrakan, lapisan warna yang cerah, dan aksesoris yang dramatis. Polka dots dengan plaid atau sepatu metallic dengan tas berbulu menjadi kombinasi yang populer.

​

- Mermaidcore: Mengusung warna-warna yang terinspirasi oleh laut seperti aqua iridescent, teal lembut, ungu pearlescent, dan perak bersinar. Warna-warna ini memberikan kesan magis dan mengalir, sering dipadukan dengan biru tengah malam atau warna pastel lainnya.

​

- Banana Yellow: Warna pastel ceria yang memberikan kesan menyenangkan dan tenang. Lebih terang dari krem tetapi lebih lembut dari neon, mudah dipadukan dengan warna netral, coklat tanah, atau warna pastel lainnya.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
tag
Suka dengan Artikel ini?
1 Orang menyukai Artikel Ini
avatar