Hi, Koteker dan Kompasianer. Apa kabar? Masih sehat dan bahagia?
Sabtu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana dan Pesanggrahan Indonesia e.V.Bonn telah menyelenggarakan Kotekatalk-293 membahas tema "Walking Tour ke Kota Lama Moehringen, Jerman." Narasumber Gana Stegmann telah mengungkapkan, betapa tradisi jadul yang dilakukan ratusan tahun dan berakhir tahun 1909 itu, lestari! Walau hanya dibalut dalam walking tour, turis manca dan lokal bisa merasakan kilas balik zaman doeloe.
Presentasi power poin tampak di layar. Pertama dijelaskan tentang lokasi walking tour. Kota Moehringen di Jerman ada dua; satu di dekat sungai Donau (an der Donau), lainnya di dekat Stuttgart. Nah, tempat walking tour kebetulan adalah Moehringen an der Donau. Kota yang berdiri tahun 882 itu menjadi bagian kota Tuttlingen pada tahun 1973. Berada 651 meter di atas permukaan air laut itu memiliki luas 3029 hektar dan dihuni 4083 penduduk. Mengingat sungai Donau atau Danube melewati 11 negara di Eropa, di mulai dari Jerman sampai laut mati, kota itu sangat menarik untuk dikunjungi. Apa saja tempat-tempat tersebut?
- Donauversickerung (tempat lenyapnya air sungai dan muncul di tempat lain)
- Stausee (danau buatan)
- Gereja St. Andreas
- Fasnet (festival tahunan yang dimulai tanggal 11 bulan 11 jam 11.11.11).
- Städtlefest (festival kota)
- Nachwächter (walking tour poskamling)
- Rathaus (balaikota)
Membahas tentang walking tour yang pernah diikuti narsum, ia mengingat harga tiket 13 Euro atau Rp 200 ribuan untuk dewasa dan 5 Euro atau Rp 90.000 untuk anak-anak. Durasi tur adalah 2 jam, sudah termasuk snack dan minuman ringan serta tour guide.
Apa saja yang bisa dilihat dari Nachwächter atau tur poskamling ala Jerman jadul?
- Petugas poskamling (Nachwächter)
- PSK (wanita tuna susila dengan pakaian bak princess)
- Pandai besi
- Gypsie
- Air mancur, di mana dulu dipakai untuk mencuci baju ramai-ramai
- Gudang anggur
- Penjual jamu herbal
- Orang dengan penyakit menular
- Musik dan tarian rakyat
- Jam malam
- Hukuman bagi pencuri dan pelanggar jam malam
Menarik sekali, ya. Sepertinya, Indonesia bisa menghidupkan poskamling dalam bentuk walking tour, supaya generasi muda bisa meniti sejarah tradisi Indonesia di masa lampau. Ini juga menjadi lahan bagi para artis dadakan.
Dari Jerman, kita ke Indonesia. Ada Kotekatrip yang diadakan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 di Taman Bendera Pusaka. Taman publik yang gratis ini menjadi pengingat sejarah kemerdekaan RI.
Mengapa pada ikut daftar? Apa saja kegiatan selama di sana? Bagaimana dengan transportasi umum dari dan ke taman? Bagaimana dengan kuliner terdekat dari taman? Apa saja aturan yang harus diketahui selama di sana? Apa saja fasilitas yang disediakan pengelola?
Untuk tahu jawabannya, simak obrolan dengan admin Koteka offline, Palupi Mustajab pada:
- Hari/Tanggal: Sabtu, 15 Agustus 2026
- Pukul: 16.00 WIB Jakarta/ 11.00 CEST Berlin
- Link: DI SINI
"Ke Bogor jangan lupa mampir ke istana. Di Bogor ada bunga Raflesia. Bersama Komunitas Traveler Kompasiana, kita bangkitkan pariwisata Indonesia" (Menparekraf RI Sandiaga Uno dalam Kotekatalk-83, 2 April 2022).
Jumpa Sabtu sore.
Salam Koteka. (Gana Stegmann)