Tiga Kali Sukses Gelar Pesta Pena, Pulpen Buktikan Kualitas Bukan Hanya Sekedar Komunitas

2026-08-12 20:44:48 | Diperbaharui: 2026-08-12 20:44:48
Tiga Kali Sukses Gelar Pesta Pena, Pulpen Buktikan Kualitas Bukan Hanya Sekedar Komunitas
Pesta Pena 2026, dokumen Pulpen.

Pesta pena (Perjamuan Sastra Cerpen Kompasiana) memang telah selesai digelar. Sama halnya dengan Piala Dunia yang juga telah usai. Tapi euforianya, masih terasa dan membekas di hati, terutama bagi peserta, dewan juri dan para pembaca.

Ini adalah tahun ketiga secara berturut-turut Pesta Pena digelar sejak Pulpen didirikan 22 April 2023. Setiap tahun dan tidak pernah absen. Peserta yang mendaftar selalu membludak. Pesta Pena 2025 saja tembus sampai 600 lebih yang mendaftar. Tahun ini juga tidak hampir kalah dengan jumlah tersebut.

Pulpen melalui Pesta Pena dan Sayembara rutin setiap bulannya melahirkan penulis cerpen handal, berbakat dan sebagian besar merupakan anak muda. Sebagian besar awalnya bukanlah penulis Kompasiana dan bahkan tidak tahu apa itu Kompasiana. Kesabaran dan tangan dingin Bang Horas (Pendiri Pulpen) yang membawa cerpenis itu menulis dan membuat akun di Kompasiana lalu menjadi juara. 

Melalui akun instagram Pulpen, Bang Horas membalas dan menjawab pertanyaan peserta satu persatu dengan sabar. Mengajari mereka membuat akun di Kompasiana, cara menerbitkan tulisannya. Dengan segala kesibukannya yang merupakan abdi Negara, tentu rasanya ini mustahil. Bang Horas bisa, mau dan memberikan kontribusinya untuk hal ini. Ini sudah menjadi bakti bagi Bang Horas dalam memajukan literasi negeri khususnya sastra di bidang cerpen. Dengan ikrarnya, Bang Horas memperembahkan dirinya secara penuh untuk cerpen. Satu hal yang selalu ia harapkan yaitu selalu diberi kesehatan sehingga bisa tetap terus memberikan yang terbaik.

Tidak hanya sampai di situ saja, bukti totalitas Bang Horas adalah dengan berani dan suka rela menyumbangkan dana pribadinya untuk setiap sayembara dan lomba yang diadakan. Dana, materi, tenaga, pikiran, semuanya dikerahkan. Sepertinya jarang sekali orang seperti Bang Horas untuk saat ini.

Seperti halnya Pesta Pena tahun ini, para pemenang merupakan penulis baru di Kompasiana. Mereka baru menerbitkan satu tulisan yaitu cerpen untuk dilombakan di Pesta Pena 2026. 

Pulpen tidak pernah mencari atau merayu peserta untuk ikut setiap kegiatan dan komba yang diadakan. Pesertalah yang datang kepada Pulpen. Banyak akun lomba menulis yang melirik dan ikut menyebarkan tentang Pesta Pena. Pulpen tidak pernah meminta atau membayar mereka. Mungkin inilah jika sesuatu dikerjakan dengan hati ikhlas maka hasilnya akan berdampak nyata dan memberi pengaruh positif.

Untuk ikut sayembara ataupun Pesta Pena, Pulpen tidak memberikan syarat yang berat. Bahkan tidak harus menjadi anggota Pulpen di grup. Yang penting punya akun Kompasiana dan menukis cerpen. Itu saja.

Tidak salah jika tahun lalu Pulpen meraih Community Kompasiana Award. Banyak yang meragukan dan tidak percaya kenapa Pulpen bisa dapatkan hal tersebut. Kata sumbang di belakang layar, kadang berdatangan dan mempertanyakan. Hanya komunitas cerpen tapi kok bisa menang? Lha, salahnya di mana?

Pulpen rutin secara mandiri menyelenggarakan sayembara setiap bulan. Begitu juga dengan pertemuan rutin yang membahas ilmu seputar cerpen. Daring memang. Karena anggota Pulpen dari seluruh Indonesia. Kalau dilaksanakan secara luring, akan sangat disayangkan dengan peserta yang jauh bukan? Lagi pula letak salahnya di mana jika dilaksanakan secara daring. 

Pulpen juga punya media penyebaran informasi lain melalui kanal youtube. Setiap pelaksanaan pertemuan Pulpen, rekamannya selalu diunggah ke Youtube Pulpen. Jadi jika berhalangan hadir saat pertemuan Pulpen bisa memutar tayangan ulangnya. Tidak hanya untuk anggota Pulpen, tayangan tersebut bebas diputar oleh siapa saja yang mau belajar tentang cerpen.

Pertanyaannya, komunitas mana yang rutin agendanya tiap bulan dan menggelar acara akbar secara tahunan dengan anggaran mandiri, menyelenggarakan tanpa sponsor dan kolaborasi dengan misalnya komunitas atau instansi terkait? Mungkin ada yang tiap bulan tapi kadang kolaborasi dengan media atau grup tertentu. Bahkan ada lho, sudahlah membuat acara dapat sokongan, tapi kewalahan dalam mencari peserta. Pulpen setiap kegiatannya, tidak pernah memaksa orang untuk ikut baik itu lomba ataupun pertemuan rutin. Masih adakah yang meragukan Pulpen?

Kembali ke Pesta Pena 2026. Kali ini jurinya ada empat orang. Bang Horas sebagai pendiri Pulpen, Iqbal Muchtar, Dali Budaya, dan Tia Sulaksono. Kita bahas satu per satu.

1. Y. Edward Horas S.

Merupakan pendiri Pulpen. Selain Pulpen ada beberapa kkmunitas lain yang dirikan oleh Bang Horas di Kompasiana seperti Kopaja, Indosiana. Selain itu, Bang Horas juga mendirikan Cerpen Sastra yang setiap bulannya juga menerima cerpen dari cerpenis terbaik. Bang Horas juga kerap diminta menjadi juri, pembicara di luar sana seperti sekolah,kampus dan lainnya. Penggemar Seno Gumira Ajidarma ini, tentu tak dapat diragukan lagi kualitasnya sebagai cerpenis baik di Kompasiana ataupun di media lainnya.

2. Iqbal Muchtar

Seorang guru di sekolah internasional yang tahun lalu meraih anugerah Best in fiction Kompasiana award. Cerpen-cerpennya kerap memenangkan sayembara Pulpen. Tulisannya ringan, berasal dari keresahannya sehari-hari dengan melihat sekitar tapi ditulis dengan apik, lugas dan sedap untuk dibaca.

3. Dali Budaya

Pemenang Pesta Pena 2025 ini merupakan seorang anak muda yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Meskipun katanya cerpen yang dihasilkan belum banyak, tapi cerpen-cerpen itu sering memenangkan lomba cerpen. Wajahnya yang manis seperti actor ini memberikan mimpi dan masa depan yang baik untuk negeri ini di masa yang akan datang.

4. Tia Sulaksono

Perempuan misterius yang meraih gelar cerpenis terbaik Pulpen Kompasiana 2025 ini mempunyai ciri khas dalam tulisannya. Yaitu suka genre horos dan thriller. Diksinya yang beringas membuat cerpennya selalu layak untuk dilahap sampai habis.

Keseriusan dan totalitas inilah yang membuat Pulpen tidak bisa dipandang sebelah mata. Bang Horas selalu memberikan yang terbaik untuk Pulpen Kompasiana. Cerpenis-cerpenis berbakat banyak dilahirkan dan dikenalkan oleh Pulpen. 

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
1 Orang menyukai Artikel Ini
avatar