Hi, Koteker dan Kompasianer. Apa kabar? Masih sehat dan bahagia?
Sabtu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana dan Pesanggrahan Indonesia e.V Bonn, sudah mengundang narasumber dari Dublin, Irlandia, Mbak Yuki Fragariani. Hypnotherapist dan Empowerment Coach itu sudah menceritakan kepada kita tentang panas ekstrem di Irlandia.
Datang dari Jawa Barat ke Dublin 17 tahun yang lalu, membuat mbak Yuki happy. Sekarang ia bisa merasakan kehangatan matahari seperti di Indonesia. Sementara orang di Irlandia atau Eropa pada umumnya, kerepotan. Maklum, Irlandia misalnya belum pernah tersengat 31 derajat seperti tahun ini. Walaupun musim panas, di sana biasanya sejuk. Namun, mengingat pemanasan global akibat matahari terlalu lama dan dekat dengan Eropa, membuat banyak negara Eropa meradang. Seperti diketahui, Jerman dihantam 38,5 derajat beberapa hari sebelumnya. Slovenia, Perancis, Spanyol, sudah mencapai titik 40 derajat. Seperti di padang pasir, saja.
Banyak upaya dari pemerintah Irlandia demi mengatasi dampak negatif dari perubahan iklim ini:
- Menyediakan pusat air minum gratis di tempat umum.
- Menyarankan masyarakat untuk menggunakan lotion anti sinar violet.
- Memberikan libur sekolah panjang (3 bulan).
- Menyediakan taman untuk masyarakat.
- Fasilitas kesehatan yang memadai.
Banyak masyarakat yang mulai berinvestasi kipas angin sampai dengan AC, namun belum ditemukan kericuhan seperti yang terjadi di beberapa kota di Perancis atau Jerman, berebutan membeli perangkatnya.
Dari Irlandia, kita ke Jerman. Tema kali ini akan membahas walking tour di kota lama Moehringen an der Donau. Kota di daerah Baden-Wuerttemberg ini memiliki atraksi menarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Namanya Nachtwächter. Kalau di Indonesia mirip dengan poskamling dengan kentongan. Orang Jerman memakai alat tiup tradisional dari tanduk hewan dan lentera. Pakaiannyapun terkesan seperti zaman raja dan bangsawan. Unik, sekali.
Berapa bea untuk ikut tur itu? Apa saja atraksi selama tur? Mengingat acara sampai malam hari, apakah dingin dan perlu jaket? Selama dua jam apakah ada suguhan minuman dan atau snack? Mengapa harus ikut walking tur ini? Cara daftarnya di mana dan bagaimana?Apa yang bisa dipetik dari ikut tur tersebut?
Untuk tahu jawabannya, mari bergabung di Kotekatalk-293 pada:
- Hari/Tanggal: Sabtu, 8 Agustus 2026
- Pukul: 16.00 WIB Jakarta atau 11.00 CEST Berlin
- Link: DI SINI
"Buah durian harum baunya, buah manggis manis rasanya. Bersama Komunitas Traveler Kompasiana dan Pesanggrahan Indonesia, kita keliling dunia."
Sampai jumpa Sabtu sore.
Salam Koteka. (Gana Stegmann)