Santri Sehat, Generasi Kuat: Aksi Nyata Prodi Spesialis Medikal Bedah Unimus di Pesantren

2026-04-03 14:57:30 | Diperbaharui: 2026-04-03 14:57:30
Santri Sehat, Generasi Kuat: Aksi Nyata Prodi Spesialis Medikal Bedah Unimus di Pesantren
Caption Foto bersama Dosen, Mahasiswa dan peserta pengabdian kepada masyarakat prodi Spesialis Medikal Bedah Unimus Semarang/Foto: Dokpri

Semarang – Komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan berdampak, UNIMUS menghadirkan gerakan edukasi kesehatan berbasis pesantren yang dikemas secara interaktif, edukatif, dan aplikatif.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 09.00–12.00 WIB di Aula Lantai Dasar Pondok Pesantren Putra UNIMUS Semarang, dengan partisipasi aktif sebanyak 30 mahasiswa. Mengusung tema “Gerakan Sehat Berbasis Pesantren”, program ini berfokus pada penguatan literasi kesehatan serta membangun kesadaran dini terhadap pencegahan penyakit kronis, khususnya hipertensi dan gangguan muskuloskeletal.

Rangkaian kegiatan disusun secara sistematis, dimulai dari registrasi peserta, dilanjutkan dengan screening kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah, serta pre-test berbasis barcode guna mengukur tingkat pemahaman awal peserta secara digital dan modern.

Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus Semarang ketika memberikan pemaparan edukasi kepada peserta/Foto: Dokpri

Dalam sambutannya, Kaprodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS, Dr. Ns. Yunie Armiyati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB, menegaskan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam menghadapi meningkatnya kasus penyakit kronis di masyarakat.

“Pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pembentukan perilaku hidup sehat. Melalui program ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan hanya saat sakit, tetapi dimulai sejak dini melalui edukasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Materi pertama disampaikan oleh mahasiswa spesialis, Pandu Aseta, yang mengangkat topik Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Ia menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat penonjolan bantalan tulang belakang yang menekan saraf, sehingga dapat menimbulkan nyeri hebat, kelemahan otot, hingga gangguan aktivitas. Edukasi ini menekankan pentingnya menjaga postur tubuh, aktivitas fisik yang seimbang, serta upaya pencegahan cedera sejak usia muda.

Selanjutnya, dosen Spesialis Medikal Bedah UNIMUS, Prima Trisna Aji, memperkenalkan inovasi SMART LIVING APPROACH, sebuah strategi preventif berbasis perubahan perilaku untuk mencegah hipertensi.

“SMART Living adalah pendekatan integratif yang mendorong gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, pengelolaan stres, pola makan sehat, serta monitoring kesehatan secara mandiri. Mahasiswa pesantren memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menciptakan budaya hidup sehat yang berkelanjutan,” jelasnya.

Kaprodi Spesialis KMB Unimus Semarang ketika memberikan sambutan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat/Foto: Dokpri

Kegiatan semakin hidup melalui sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Sekretaris Program Studi, Warsono, dengan fokus pada isu penyakit muskuloskeletal. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang muncul, menandakan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan diri.

Sebagai penguatan praktik, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung terkait teknik pencegahan dan pengelolaan kesehatan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian doorprize, serta dokumentasi bersama sebagai simbol sinergi antara akademisi dan komunitas pesantren.

Melalui program ini, Prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menginisiasi gerakan kesehatan berbasis komunitas yang berkelanjutan. Pesantren diharapkan mampu menjadi pusat transformasi gaya hidup sehat, sekaligus melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga tangguh secara fisik dan kesehatan.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar