Ketika mendengar istilah alutsista (alat utama sistem persenjataan), yang terbayang biasanya adalah perlengkapan militer atau alat canggih. Namun dalam kerja Public Health Warrior (PHW)—relawan kesehatan masyarakat—alutsista justru berwujud sederhana: tensimeter, leaflet, tas ransel, hingga pulpen dan buku catatan. Dengan fokus utama pada edukasi kesehatan dan dukungan psikososial untuk berbagai kelompok populasi, alutsista bukan soal keren atau mahal, tetapi soal fungsi, kehadiran, dan keberlanjutan.
Alutsista Relawan: Bukan Sekadar Alat, Tapi Pendukung Interaksi Manusia
Tugas PHW tidak berhenti pada skrining fisik. Mereka juga melakukan psychosocial support (PSS)—mendengarkan, menenangkan, dan menguatkan masyarakat yang terdampak stres sosial, ekonomi, atau bencana.
Agar fungsi ini berjalan, relawan membutuhkan alutsista yang mendukung interaksi, pencatatan, dan edukasi langsung, bukan sekadar alat medis.
Alutsista Utama untuk Edukasi & Dukungan Psikososial
1. Media Edukasi Sederhana
Digunakan untuk anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
-
Leaflet kesehatan (PHBS, gizi, TB, kesehatan mental)
-
Poster lipat / flipchart
-
Kartu pesan kunci (coping stress, pola hidup sehat)
Fungsi:
Memudahkan dialog dua arah, bukan ceramah satu arah.
2. Alat Dukungan Psikososial (PSS)
Dukungan psikososial membutuhkan suasana aman dan nyaman.
-
Tikar lipat kecil / alas duduk
-
Kartu ekspresi emosi (untuk anak & remaja)
-
Buku cerita pendek / gambar (anak)
-
Lembar aktivitas sederhana (menggambar, menulis perasaan)
Fungsi:
Membantu warga mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, dan membangun rasa aman.
Lalu… Apakah Alat Tulis Masih Perlu?
Jawabannya: sangat perlu.
Bahkan dalam era digital, alat tulis adalah alutsista kunci relawan kesehatan.
Alat Tulis yang Dibutuhkan: Bentuk & Jumlah Ideal
ð 1. Buku Catatan Lapangan
-
Bentuk: buku tulis A5 atau A4, sampul tebal
-
Jumlah:
-
1 buku per relawan
-
-
1 buku log tim
-
-
Fungsi:
-
Mencatat keluhan warga
-
Ringkasan sesi psikososial
-
Catatan rujukan & tindak lanjut
Dalam PSS, menulis sering lebih aman daripada merekam atau memotret.
ð 2. Pulpen
-
Bentuk: pulpen tinta hitam/biru
-
Jumlah:
-
Minimal 2 pulpen per relawan
-
Cadangan 3–5 pulpen per tim
-
Fungsi:
-
Pengisian form
-
Edukasi bersama warga
-
Kegiatan anak (menulis/menggambar)
ð 3. Spidol & Stabilo
-
Bentuk: spidol kecil (hitam/warna), stabilo
-
Jumlah:
-
1 set per tim
-
Fungsi:
-
Menandai poin penting saat edukasi
-
Membuat catatan visual cepat di kertas/poster
ð 4. Clipboard (Papan Alas Tulis)
-
Bentuk: plastik ringan
-
Jumlah:
-
1–2 buah per tim
-
Fungsi:
-
Menulis di lapangan tanpa meja
-
Menjaga kerahasiaan data warga
ð 5. Kertas & Form Kosong
-
Bentuk:
-
Kertas A4
-
Form skrining & PSS sederhana
-
-
Jumlah:
-
±50–100 lembar per tim / 14 hari
-
Fungsi:
-
Skrining kesehatan
-
Catatan psikososial
-
Aktivitas anak & remaja
Kenapa Alat Tulis Penting dalam Psikososial Support?
Dalam dukungan psikososial:
-
Menulis membantu refleksi
-
Menggambar membantu anak mengekspresikan emosi
-
Catatan manual lebih aman untuk isu sensitif
-
Interaksi terasa lebih personal dan manusiawi
Relawan tidak selalu perlu aplikasi.
Kadang, satu pulpen dan selembar kertas jauh lebih bermakna.
Prinsip Alutsista Relawan Kesehatan
-
Ringan & mudah dibawa
-
Mendukung interaksi, bukan menghalangi
-
Aman untuk anak & lansia
-
Bisa dipakai ulang
-
Mendukung fungsi edukasi dan psikososial
Pulpen, buku catatan, dan kertas sering menjadi jembatan kepercayaan antara relawan dan masyarakat.
Karena pada akhirnya, kesehatan masyarakat bukan hanya soal data—tetapi soal manusia yang mau mendengar dan dicatat ceritanya.
ð Alamat Pengiriman:
PWM DKI Jakarta
Jl. Kramat Raya No. 49,
Kenari, Senen, Jakarta Pusat
ð Maps:
PWM DKI Jakarta
https://share.google/MH12sD2prABXC722U
Setiap alat tulis yang Anda kirimkan bisa menjadi media edukasi, alat mendengar cerita, dan penopang ketenangan bagi masyarakat yang didampingi relawan.