Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Bekasi: Merawat Spirit Kebangsaan, Memperkuat Gerakan Umat

2025-11-29 17:14:08 | Diperbaharui: 2025-11-29 17:14:08
Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Bekasi: Merawat Spirit Kebangsaan, Memperkuat Gerakan Umat
Pasca apel akbar

Plaza Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi pada Sabtu pagi dipenuhi ribuan warga persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka Apel Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah. Suasana religius dan penuh semangat kebangsaan tercipta sejak awal, ditandai dengan pembukaan yang khidmat, lantunan ayat suci Al-Qur'an, serta pembacaan doa.

Semangat nasionalisme terasa kuat ketika peserta bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Sang Surya yang menggema penuh energi dan kebanggaan.

Yang cukup mencuri perhatian, kehadiran peserta dari seluruh unsur organisasi otonom (Ortom): Tapak Suci, Hizbul Wathan, IPM, Nasyiatul Aisyiyah, Kokam, HW, dan lainnya. Namun yang paling mendominasi secara jumlah dan penampilan adalah Aisyiyah — menjadi representasi kuat kiprah perempuan dalam dakwah, pendidikan, kesehatan, serta layanan sosial Muhammadiyah di Kota Bekasi.

Pidato dan Pesan Kebangsaan

Salah satu momen penting adalah ketika Ketua DPRD Kota Bekasi hadir dan memberi apresiasi melalui sambutan. Beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat, terutama melalui pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial yang berkelanjutan.

“Muhammadiyah telah membuktikan bahwa organisasi masyarakat dapat menjadi motor perubahan. Pemerintah Kota Bekasi siap berkolaborasi dalam program-program yang menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Bekasi dan PWM Jawa Barat menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah hari ini bukan hanya dakwah mimbar, tapi dakwah amal—dakwah yang hadir lewat sekolah, rumah sakit, panti asuhan, layanan kesehatan, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi umat.

 Amanat Wakil Wali Kota: Muhammadiyah Mitra Strategis Pembangunan

Dalam amanatnya sebagai Pembina Apel, Wakil Wali Kota Bekasi menyampaikan apresiasi mendalam terhadap peran Muhammadiyah di Kota Bekasi.

Beliau menekankan bahwa kontribusi Muhammadiyah tidak berhenti pada ranah keagamaan, tetapi hadir nyata dalam kehidupan masyarakat melalui sekolah, rumah sakit, panti asuhan, kegiatan ekonomi umat, serta respons kemanusiaan.

“Muhammadiyah telah menjadi bagian penting pembangunan bangsa dan Kota Bekasi. Pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri, dan Muhammadiyah menjadi mitra strategis dalam pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Beliau juga mengajak warga persyarikatan untuk terus menjaga semangat kolaborasi, terlebih dalam menghadapi dinamika sosial dan tantangan zaman.

“Semoga Milad ke-113 ini menjadi momentum memperkuat persatuan, inovasi, dan pengabdian. Muhammadiyah telah memberi teladan, dan Kota Bekasi sangat menghargainya.”

Amanat tersebut disambut tepuk tangan peserta sebagai bentuk optimisme dan komitmen bersama.


Atraksi dan Semarak Ortom

Setelah sesi apel resmi dengan penuh kedisiplinan, suasana berubah lebih dinamis ketika panggung atraksi dibuka. Penampilan demi penampilan tersaji:

  • Tapak Suci membuka dengan jurus dan seni beladiri yang energik.

  • Hizbul Wathan tampil dengan formasi baris-berbaris, panji-panji, dan yel-yel khas kepanduan.

  • Kokam menunjukkan aksi ketangkasan dan simulasi kedisiplinan lapangan.

Peserta dan tamu undangan tampak antusias, sementara bazar ekonomi umat di sekitar lokasi menambah suasana meriah namun tetap bernilai pemberdayaan.


Wujud Kepedulian: Santunan untuk Yatim dan Dhuafa

Bagian paling menyentuh dari rangkaian kegiatan adalah pemberian santunan kepada yatim piatu dan dhuafa. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ruh gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri adalah memberi manfaat.

Tidak ada milad tanpa aksi sosial — itu prinsip yang diwariskan pendiri.

Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Bekasi kali ini bukan hanya perayaan usia, tetapi pernyataan bahwa gerakan ini masih relevan, adaptif, dan terus memberi jawaban atas kebutuhan umat dan bangsa.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar