Di sebuah ruang belajar sederhana di Kecamatan Serangpanjang, suara lantunan doa dan semangat belajar para santri kembali menghidupkan suasana Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Al-Furqon. Awal Mei 2026 menjadi momen penting bagi 14 santri kelas akhir yang tengah mengikuti Ujian Akhir Bersama Nasional (UABN), sebuah tahapan yang bukan hanya menguji pengetahuan, tetapi juga membentuk mental, disiplin, dan akhlak mereka.
Bagi sebagian orang, ujian mungkin hanya soal angka dan nilai. Namun di madrasah diniyah, ujian memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia adalah proses menempa kesungguhan, melatih kejujuran, serta mengajarkan bahwa ilmu harus berjalan berdampingan dengan adab.
Selama empat hari pelaksanaan ujian, mulai 4 hingga 7 Mei 2026, para santri hadir dengan wajah penuh semangat. Mereka duduk rapi membawa harapan masing-masing. Ada yang bercita-cita menjadi guru agama, ada yang ingin membanggakan orang tua, dan ada pula yang sekadar ingin membuktikan bahwa mereka mampu menyelesaikan pendidikan diniyah dengan baik.
Di balik kelancaran kegiatan itu, terdapat kerja keras para ustadz dan ustadzah yang dengan penuh keikhlasan mengawal jalannya pendidikan. Kepanitiaan yang dipimpin oleh Yudi Hidayat, S.Pd bersama Imas Mulyawati dan Ust. Abdul Majid bekerja secara gotong royong demi memastikan seluruh rangkaian UABN berjalan tertib dan lancar.
Mata pelajaran yang diujikan pun tidak ringan. Para santri harus menghadapi ujian Al-Quran, Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, hingga praktik ibadah. Semua itu menjadi bekal dasar agar mereka tumbuh bukan hanya sebagai generasi cerdas, tetapi juga memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat.
Yang menarik, semangat pendidikan di MDTU Al-Furqon tidak hanya terlihat dari para santri, tetapi juga dari dukungan masyarakat sekitar. Di tengah keterbatasan sarana dan biaya operasional, para donatur hadir membawa kepedulian. Ada yang menyumbang ratusan ribu rupiah, ada pula yang membantu jutaan rupiah demi keberlangsungan pendidikan santri.
Dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai pelaksanaan UABN, transportasi ustadz dan ustadzah, hingga kebutuhan alat tulis kantor. Dari total pemasukan sebesar Rp3.300.000, sebagian besar dialokasikan untuk biaya ujian para santri. Sementara sisa saldo sebesar Rp850.000 tidak dibiarkan mengendap begitu saja, melainkan akan digunakan kembali untuk kegiatan madrasah seperti Pekan Olahraga antar Diniyah (Porsadin), ulangan kelas 1–3, dan pembelian seragam santri.
Di sinilah letak indahnya pendidikan berbasis masyarakat. Madrasah diniyah mungkin tidak memiliki gedung megah atau fasilitas modern, tetapi ia dibangun di atas pondasi kepedulian, gotong royong, dan harapan bersama agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
MDTU Al-Furqon menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak pernah kehilangan relevansinya. Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan zaman, masyarakat masih percaya bahwa akhlak adalah fondasi utama dalam membangun masa depan generasi muda. Sebab dari ruang-ruang belajar sederhana itulah lahir harapan besar untuk masa depan umat dan bangsa.
Bagi masyarakat yang ingin turut mendukung pendidikan santri MDT Ula Al-Furqon, donasi dapat disalurkan melalui:
Bank BRI
No. Rekening: 4394-01-040693-53-9
A.n. MDT Ula Al-Furqon
Konfirmasi donasi:
- 0812-8831-3704 (Bruri)
- 0813-1815-7672 (Yudi)
Semoga setiap langkah kecil dalam mendukung pendidikan diniyah menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.