KOMiK Sukses Helat Road to Animania dan Siap Hadirkan Festival Animasi "Animania

2026-10-03 21:20:03 | Diperbaharui: 2026-10-03 21:20:03
KOMiK Sukses Helat Road to Animania dan Siap Hadirkan Festival Animasi "Animania
KOMiK sukses helat acara Road to Animania 2026 (dok.KOMiK) 

Komunitas pencinta film Kompasianers Only Movie Enthusiast Klub (KOMiK) sukses menghelat kegiatan pra-festival bertajuk "Road to Animania" di Studio Sjumanjaya, Kineforum, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada Jumat (25/9). Acara yang menjadi bagian dari Pekan Kineforum ini selain menjadi wadah pemutaran dan diskusi animasi lokal, juga menandai gelaran festival animasi nasional Animania 2026, yang puncak perayaannya akan berlangsung pada 12 Desember 2026.

Mengusung tema “Bentangkan Imajinasi, Bertemu di Animasi”, festival ini hadir sebagai ruang terbuka untuk merayakan, mengapresiasi, dan mendiskusikan perkembangan ekosistem animasi di Indonesia.

"Festival Animania lahir dari cita-cita panjang komunitas KOMiK untuk menyediakan wadah perayaan animasi tanah air Kami melihat potensi animasi tanah air sangat luar biasa. Momentum ini berawal dari film Battle of Surabaya, lalu banyaknya animasi pendek berkualitas di YouTube, hingga pencapaian film Jumbo yang berhasil meraih 10 juta penonton. Animania 2026 bercita-cita mempertemukan pencinta animasi, pelaku kreatif, dan pihak industri.," ujar Dewi Puspasari, Ketua KOMiK sekaligus Direktur Festival Animania 2026.

Pada acara ini juga diperkenalkan logo dan maskot Animania. Logo menggunakan gaya goresan tangan yang dinamis dan luwes, serta karakter huruf “m” yang dibuat menyerupai wajah kucing. Desain logo yang komikal dan menggemaskan ini menampilkan kesan yang jenaka, kreatif, ramah, dan sarat akan semangat perayaan dunia animasi Indonesia. 

Sementara itu, maskot berupa kucing putih yang terlilit pita seluloid film menunjukkan kecintaan yang mendalam terhadap dunia animasi. Tokoh kucing dipilih dalam logo dan maskot karena merepresentasikan sosok yang lucu, hangat, disukai berbagai kalangan, sekaligus memiliki sisi misterius, yang selaras dengan karakter film animasi yang luwes, dinamis, dan imajinatif. Maskot tersebut bernama Mimo, kepanjangannya adalah MIau and Motion, alias kucing enerjik yang gemar melihat roll film.

Ada Mimo sebagai maskot Animania 2026 (dok.KOMiK) 

 

Acara Pra-Festival: Pemutaran & Diskusi Karya Animasi Anak Bangsa

Dalam gelaran Road to Animania, pengunjung disuguhkan penayangan empat film animasi pendek karya anak bangsa. Keempat film tersebut adalah Beauty Potion dan 7.6 SR dari Mazi Production, serta Cipak Cipuk dan Utan Rambutan produksi Studio Amarana.

Sesi dilanjutkan dengan diskusi hangat bersama dua animator sekaligus pemilik studio animasi, yaitu Andara Fembriarto dari Studio Amarana dan Royston Chiandra dari Mazi Production. Keduanya mewakili generasi yang berbeda, yaitu generasi Milenial dan generasi X. Diskusi dipandu oleh Achmad Humaidy yang merupakan salah satu admin komunitas KOMiK. 

Humaidy dan Royston (dok.KOMiK) 
Andara bercerita proses pembuatan Cipak Cipuk (dok.KOMiK) 

Andara Fembriarto dari Studio Amarana membagikan pengalamannya mengolah riset budaya lokal menjadi karya animasi fantasi. Berawal dari pengalaman berkeliling berbagai pulau di Indonesia, seperti Wakatobi, Timor, dan Flores, ia banyak belajar tentang nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal yang kemudian diolahnya sebagai karya seperti Galeo Anak Segara dan Cipak Cipuk. Ia memilih medium animasi karena animasi memberi kebebasan mewujudkan imajinasi yang sulit digambarkan di dunia nyata.

“Sebagai masyarakat urban yang jauh dari laut, saya ingin mengenal kembali identitas maritim Indonesia melalui medium animasi fantasi yang mengusung penghormatan terhadap alam dan leluhur,” tuturnya.

Sementara itu, Royston Chiandra dari Mazi Production menjelaskan latar belakang film Beauty Potion yang mengangkat isu standar kecantikan berbalut mitos Nyi Roro Kidul. Sedangkan film animasi 7.6 SR terinspirasi dari pengalamannya sebagai penyintas gempa Padang 2009. "Melalui animasi, kami ingin membangun kesadaran publik bahwa bencana alam dapat mengubah hidup kita dalam sekejap," ungkapnya.

Pada kesempatan ini ia juga bercerita alasan utamanya terjun di dunia animasi. “Sebagai generasi Z yang terpapar media daring, gim, dan anime, saya mengasah kemampuan menggambar secara mandiri saat masa pandemi. Ketika mencari jurusan kuliah, saya memilih animasi karena ingin fokus pada desain karakter dan penceritaan film. Bagi saya, passion adalah dorongan utama untuk terus belajar melewati proses yang sulit dalam menghasilkan karya animasi,” jelasnya.

Para narasumber juga membagikan tips bagi generasi muda yang ingin terjun ke industri animasi. Tips tersebut adalah konsisten mengasah skill, membangun komunikasi dengan orang tua mengenai prospek karier industri kreatif, serta aktif berjejaring melalui festival film dan kegiatan seputar animasi lainnya. 

Acara ditutup dengan tanya jawab, kuis berhadiah menarik, dan foto bersama seluruh panitia, narasumber, dan peserta. 

Para penerima hadiah kuis (dok.KOMiK) 

 

Call for Entries: Pendaftaran Kompetisi Film Pendek Animasi Gratis!

Sebagai bagian dari perayaan puncak, KOMiK secara resmi membuka Kompetisi Film Pendek Animasi bagi seluruh kreator di Indonesia. Pendaftaran karya (open submission) telah dibuka dan tidak dipungut biaya (gratis) hingga 8 November 2026 pukul 23.59 WIB.

Kategori Kompetisi:

1. Kategori Pelajar (SMP/SMA/sederajat)

2. Kategori Mahasiswa

3. Kategori Umum

Para pemenang dari masing-masing kategori akan diumumkan pada Malam Penganugerahan Animania 2026 tanggal 12 Desember 2026 dan berhak memperoleh piagam penghargaan serta dana apresiasi sebesar Rp1.000.000 untuk setiap kategori.

Syarat & Ketentuan Pendaftaran Secara Ringkas:

• Durasi & Tahun Produksi: Film pendek animasi berdurasi maksimal 30 menit (termasuk credit) yang selesai diproduksi dalam rentang tahun 2022–2026.

• Teknik & Genre: Bebas menggunakan teknik 2D, 3D, stop-motion, cut-out, motion graphic, atau teknik campuran.

• Orisinalitas: Karya asli, bebas dari pelanggaran hak cipta, dan penggunaan teknologi AI wajib dideklarasikan secara transparan.

• Format Berkas: Pendaftaran dilakukan secara daring melalui folder Google Drive terpadu berisi berkas film, identitas pendaftar, sinopsis, poster, trailer, dan still photo.

• Peserta mengirim karyanya pada tautan: https://bit.ly/FormulirAnimania2026

• Syarat dan ketentuan lebih lengkap bisa diakses di website Animania

Rangkaian Program Animania 2026 (12 Desember 2026)

Festival Animania 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan sebagai berikut:

• Pemutaran Film (Offline Screening): Menayangkan film-film hasil kurasi dari jalur submisi terbuka (kompetisi) maupun program undangan (nonkompetisi).

• Diskusi dan Workshop: Diskusi ini bertajuk Menembus Industri Animasi Indonesia: Peluang, Prospek, dan Tren Masa Depan.

• Zona Edukasi dan Pengumpulan Stamp: Program untuk mengenal program edukatif dan pelaku industri animasi, serta pengumpulan stamp festival yang dapat ditukarkan dengan merchandise eksklusif.

 

Tentang Penyelenggara

Animania 2026 diinisiasi oleh KOMiK (Kompasianers Only Movie Enthusiast Klub). Berdiri sejak 8 Agustus 2014, KOMiK telah berkembang dari komunitas pencinta film berskala nasional dengan lebih dari 2.500 anggota menjadi rumah produksi independen. Karya-karya film pendek KOMiK, seperti Jagaditta (2022) dan Ngidam (telah sukses ditayangkan di berbagai festival film dalam dan luar negeri, serta mendapatkan berbagai penghargaan. KOMiK juga merilis buku seputar perfilman nasional dan aktif mengulas film di media platform Kompasiana.

Informasi Pendaftaran & Kontak Media:

Informasi lebih lanjut tentang Animania 2026 dan Program Kompetisi Animasi Pendek dapat diakses melalui:

• Official Website: https://animania.id/

• Media Sosial (Instagram / X / TikTok): @animaniaid

• Email: animaniaid26@gmail.com

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar