ð EVENT MENULIS CERPEN KOMPETRA
“ASMARA SAAT KULIAH”
KOMPETRA | SEPOTONG HATI YANG TERTINGGAL | ASMARA SAAT KULIAH
Kompasianer People Transformation Arena
Ada masa ketika kita masih menjadi mahasiswa.
Belum banyak yang kita punya.
Belum banyak yang kita tahu tentang kehidupan.
Tetapi justru pada masa itulah, mungkin, pernah hadir seseorang yang membuat hari-hari kuliah terasa berbeda.
Ada yang akhirnya menjadi pasangan hidup.
Ada yang hanya sempat menjadi teman seperjalanan.
Ada pula yang kisahnya berhenti begitu saja—tetapi entah mengapa, bertahun-tahun kemudian, namanya masih sesekali muncul dalam ingatan.
Melalui event ini, KOMPETRA (Kompasianer People Transformation Arena) mengajak para Kompasianer untuk menghidupkan kembali kenangan tersebut melalui sebuah cerpen.
âï¸ TEMA: ASMARA SAAT KULIAH
Cerita dapat berupa:
- pengalaman asmara penulis sendiri saat menjadi mahasiswa; atau
- kisah nyata yang diceritakan langsung oleh orang dekat penulis, kemudian diolah menjadi sebuah cerpen.
Tidak harus tentang cinta yang berakhir bahagia.
Bisa tentang pertemuan, penantian, persahabatan, salah paham, perpisahan, cinta yang tak terucapkan, atau seseorang yang pernah hadir dan meninggalkan jejak dalam perjalanan hidup.
Yang penting, ada pengalaman manusia di balik ceritanya.
ð KETENTUAN
- Cerpen merupakan karya asli peserta dan bukan hasil plagiasi.
- Panjang tulisan 800–1.500 kata.
- Cerpen wajib dimuat di Kompasiana paling lambat 15 Oktober 2026.
- Tulisan wajib mengikuti Syarat dan Ketentuan yang berlaku di Kompasiana.
- Wajib menyertakan tagline: KOMPETRA | Sepotong Hati yang Tertinggal | Asmara Saat Kuliah (menggunakan spasi per kata).
- Cerita boleh berdasarkan pengalaman pribadi ataupun kisah nyata yang diperoleh langsung dari orang dekat penulis.
- AI diperbolehkan untuk membantu editing, penyuntingan bahasa, dan penyusunan final naskah.
- AI tidak boleh membuatkan cerpen. Ide cerita, pengalaman, pengembangan kisah, dan substansi cerpen harus berasal dari penulis.
- Peserta bertanggung jawab penuh atas keaslian dan isi tulisannya.
ð¤ AI BOLEH MEMBANTU, TETAPI BUKAN MENULISKAN
KOMPETRA memahami bahwa AI telah menjadi bagian dari dunia kepenulisan.
Karena itu, AI boleh digunakan sebagai teman menyunting—misalnya membantu memperbaiki tata bahasa, merapikan kalimat, atau membantu penyusunan akhir.
Namun, ada batas yang ingin kita jaga:
AI boleh membantu menyempurnakan tulisan, tetapi tidak menggantikan pengalaman dan suara penulis.
Sebab yang ingin kita hadirkan dalam event ini bukan sekadar tulisan yang indah, tetapi kisah yang pernah benar-benar hidup.
ð HADIAH
Akan dipilih 3 cerpen terbaik dan paling menggugah.
Masing-masing memperoleh:
ð 1 Novel Sepotong Hati yang Tertinggal di Seoul
karya Merza Gamal
Ditambah
ð³ GoPay senilai Rp50.000,-
Catatan: ongkos kirim novel menjadi tanggung jawab pemenang dan akan dipotong dari hadiah GoPay Rp50.000,-.
â° BATAS AKHIR
15 Oktober 2026
Cerpen harus sudah tayang di Kompasiana paling lambat tanggal tersebut.
ð KOMPETRA | SEPOTONG HATI YANG TERTINGGAL | ASMARA SAAT KULIAH
Mungkin ada sebuah cerita yang sudah puluhan tahun berlalu, tetapi masih tersimpan baik dalam ingatan.
Sebuah bangku di kampus.
Kantin tempat biasa bertemu.
Perjalanan pulang setelah kuliah.
Pesan yang tidak pernah terkirim.
Pertemuan yang datang terlambat.
Atau seseorang yang dulu hanya dianggap teman, tetapi ternyata meninggalkan jejak yang tidak mudah dilupakan.
Tulislah.
Bukan untuk mengulang masa lalu.
Bukan pula untuk membuka kembali luka.
Tetapi untuk memberi kesempatan kepada sebuah kenangan agar pernah menjadi cerita.
Karena mungkin benar:
Setiap orang pernah memiliki sebuah kisah asmara.
Tetapi tidak setiap kisah asmara pernah dituliskan.
KOMPETRA
Kompasianer People Transformation Arena
Sepotong Hati yang Tertinggal
Asmara Saat Kuliah â¤ï¸ð