Di tengah anggapan bahwa Generasi Alpha semakin akrab dengan layar gawai dibandingkan lembaran buku, pemandangan berbeda terlihat dalam Festival Literasi yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan di Kota Bandung. Puluhan pelajar justru datang dengan semangat untuk belajar, membaca, berdiskusi, dan mengenal lebih dekat dunia literasi.
Salah satu rombongan yang mencuri perhatian adalah Baroedak Al Lathif dari Al Lathif Islamic International School. Lebih dari 40 siswa SMP dan SMA hadir mengikuti rangkaian kegiatan festival. Antusiasme mereka menunjukkan bahwa minat terhadap literasi masih tumbuh subur ketika sekolah mampu menghadirkan ekosistem yang mendukung.
Keikutsertaan para siswa bukanlah sesuatu yang hadir secara instan. Di Al Lathif Islamic International School, budaya membaca dan menulis telah menjadi bagian dari pembinaan karakter melalui program ekstrakurikuler literasi. Dari program ini, sejumlah siswa bahkan telah berhasil menerbitkan buku pada usia remaja.
Bagi Gerakan Literasi AI, kehadiran puluhan siswa tersebut menjadi sinyal positif bahwa teknologi dan literasi tidak harus dipertentangkan. Kecerdasan buatan dapat menjadi alat untuk memperluas kreativitas, tetapi budaya membaca tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kemampuan berpikir kritis, empati, dan daya cipta.
Gerakan Literasi AI yang didirikan oleh Ririe Aiko, penulis sekaligus pegiat literasi asal Bandung, terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya mahir memanfaatkan teknologi, tetapi juga produktif berkarya melalui tulisan. Melalui berbagai pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dengan sekolah, Gerakan Literasi AI berupaya membangun ekosistem literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Partisipasi Baroedak Al Lathif dalam Festival Literasi menjadi bukti bahwa ketika sekolah, komunitas, dan keluarga berjalan bersama, budaya membaca dapat kembali tumbuh di tengah derasnya arus digital. Semangat lebih dari 40 pelajar yang memenuhi arena festival membawa harapan bahwa masa depan literasi Indonesia tetap berada di tangan generasi yang gemar membaca, berani menulis, dan siap berkarya.