Menumbuhkan kecintaan terhadap literasi pada anak tidak selalu harus dimulai dengan cara yang rumit. Terkadang, cukup dengan memberikan mereka kesempatan untuk mencoba. Hal inilah yang dilakukan Gerakan Literasi AI dengan cara mendampingi sejumlah pelajar Gen Alpha mengikuti lomba esai yang diselenggarakan oleh KBRI Singapura pada momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, Agustus lalu.
Bagi anak-anak yang masih berada pada tahap awal belajar menulis, mengikuti lomba bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama untuk mengenal dunia kepenulisan secara lebih serius. Mereka belajar menemukan ide, menyusun gagasan, menuangkannya dalam bentuk tulisan, hingga berani mengirimkan karya untuk dinilai.
Gerakan Literasi AI menyadari bahwa kemampuan menulis membutuhkan proses. Tidak mungkin seorang anak langsung menghasilkan tulisan yang sempurna ketika baru mulai belajar. Karena itu, pendampingan diberikan dengan pendekatan yang lebih dekat dan menyenangkan, agar anak tidak merasa bahwa menulis adalah sesuatu yang sulit atau menakutkan.
Dalam lomba tersebut, belum ada peserta yang didampingi Gerakan Literasi AI berhasil meraih juara. Namun, hal itu tidak kemudian dipandang sebagai kegagalan. Justru, keberanian mereka untuk mengikuti kompetisi menjadi pencapaian penting dalam perjalanan literasi mereka.
Bagi anak yang baru mengenal dunia menulis, keberanian untuk menyelesaikan sebuah karya dan mengirimkannya ke sebuah kompetisi sudah merupakan langkah besar. Mereka mulai memahami bahwa sebuah tulisan membutuhkan proses, bahwa tidak semua karya akan menjadi pemenang, dan bahwa pengalaman tidak kalah penting dari hasil akhir.
Gerakan Literasi AI percaya bahwa kecintaan terhadap literasi tidak dapat tumbuh hanya melalui aturan dan kewajiban. Anak-anak perlu terlebih dahulu merasakan pengalaman positif dalam membaca dan menulis. Dari rasa suka itulah kebiasaan dapat tumbuh, kemudian berkembang menjadi keterampilan.
"Cinta pada literasi akan tumbuh melalui pendekatan yang relevan dengan zaman mereka.” Prinsip sederhana inilah yang menjadi semangat gerakan literasi AI dalam mendampingi anak-anak gen alpha ini.
Keikutsertaan dalam lomba esai KBRI Singapura menjadi salah satu langkah awal Gerakan Literasi AI dalam memberikan pengalaman lebih luas kepada Gen Alpha. Bukan sekadar mengejar piala, tetapi membuka jalan agar mereka berani menulis, berani menyampaikan gagasan, dan perlahan mengenal dunia kepenulisan.
Hari ini mungkin mereka baru belajar menulis satu esai. Namun, pengalaman kecil tersebut bisa menjadi awal dari perjalanan panjang mereka sebagai pembaca, penulis, bahkan kreator gagasan di masa depan.