Gerakan Literasi AI Tumbuhkan Minat Baca Gen Alpha Lewat Dongeng

2026-08-03 19:03:47 | Diperbaharui: 2026-08-03 19:04:26
Gerakan Literasi AI Tumbuhkan Minat Baca Gen Alpha Lewat Dongeng
Sumber: dokumentasi acara

Menanamkan budaya literasi pada Generasi Alpha membutuhkan pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan dunia anak. Berangkat dari semangat tersebut, Gerakan Literasi AI menggelar kegiatan mendongeng interaktif dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu sekolah dasar di Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan literasi sebagai pengalaman yang menggembirakan sejak hari-hari pertama anak memasuki lingkungan sekolah.

Suasana ruangan dipenuhi antusiasme. Puluhan siswa tampak duduk dengan penuh perhatian, mengikuti setiap alur cerita yang disampaikan. Tawa, tepuk tangan, hingga ekspresi penasaran silih berganti menghiasi wajah para peserta. Bagi mereka, mendengarkan dongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga perjalanan imajinasi yang memperkaya kosa kata, melatih konsentrasi, dan membangun empati.

Dongeng dibawakan secara langsung oleh Founder Gerakan Literasi AI, Ririe Aiko, yang mengajak anak-anak berinteraksi sepanjang cerita. Melalui teknik bertanya, bermain peran, dan melibatkan peserta dalam alur cerita, suasana menjadi hidup dan komunikatif. Anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga ikut berpikir, berimajinasi, serta menyampaikan pendapat mereka mengenai pesan moral yang terkandung di dalam cerita.

Menurut Ririe Aiko, kebiasaan membaca tidak selalu harus diawali dengan memberikan buku kepada anak. Menumbuhkan rasa cinta terhadap cerita merupakan langkah awal yang penting agar anak memiliki kedekatan emosional dengan dunia literasi.

"Ketika anak merasa bahagia mendengarkan sebuah cerita, mereka akan terdorong untuk mengenal lebih banyak buku. Dari rasa penasaran itulah kebiasaan membaca perlahan tumbuh," ujarnya.

Kegiatan mendongeng juga menjadi alternatif pembelajaran yang relevan bagi Generasi Alpha yang tumbuh di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. Di tengah dominasi gawai dan media sosial, cerita yang disampaikan secara langsung mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hangat, interaktif, dan bermakna.

Gerakan Literasi AI meyakini bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berimajinasi, serta memahami nilai-nilai kehidupan. Karena itu, pendekatan literasi perlu dikemas secara kreatif agar sesuai dengan karakteristik anak-anak masa kini.

Melalui kegiatan di pekan MPLS ini, Gerakan Literasi AI berharap sekolah semakin terdorong menghadirkan program-program literasi yang menyenangkan dan berkelanjutan. Mendongeng menjadi salah satu pintu masuk yang efektif untuk membangun budaya membaca di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat hubungan anak dengan buku sejak usia dini.

Antusiasme para siswa selama kegiatan menjadi bukti bahwa cerita masih memiliki daya tarik yang kuat di hati anak-anak. 

Dengan menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuhnya ekosistem literasi, Gerakan Literasi AI berharap lahir generasi yang tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan juga pembelajar yang kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar