Hai, Kotekers dan Kompasianer.
Apa kabar? Masih sehat dan bahagia?
Sabtu lalu, kalian sudah Mimin ajak ke Kulonprogo. Mbak St. Asia menggambarkan betapa daerah yang katanya miskin ini justru kaya akan keelokan alam yang membuat kita ingin mampir ke sana. Yang menarik lagi adalah saat mbak Siti mengisahkan serunya diundang di acara Kedundung.
Ulang tahun desa ke-140 itu diwarnai dengan budaya memakai pakaian tradisional sana. Lurik. Pernah dengar? Pernah lihat? Garis-garis magic (kata desainer Indonesia di Berlin, Lina Berlina) itu ternyata sangat digemari masyarakat gara-gara dukungan dana istimewa. Wah dana apaan, tuh? Ternyata supaya mengundang minat masyarakatnya untuk memakai lurik, pemda Kulomprogo menyediakan suntikan dana untuk membelinya, sehingga bisa mengenakan pas acara tradisional. Keren bingit. Patut dicontoh di desa dan kota lain di tanah air. Seragaman, yukkkk.
Mulai dari makan, kontes kebersihan, lomba-lomba mewarnai festival Kedundung itu. Makanan yang ada seperti nasi, kering tempe, gudeg, kacang godog dan masih banyak lagi bisa dinikmati di sana. Mimin jadi ngiler waktu mbak Siti pamer ada UMKM di sana yang membudidayakan pelepah pisang menjadi dawet cendol.
Untuk wisatanya juga nggak hanya Parangtritis lho, ada wisata mangrove dan air terjun!!! Itulah mengapa mbak Siti ingin membawa satu koper contoh makanan Kulonprogo hasil UMKM untuk diperlihatkan di pasar Senggol, sebuah acara Indonesia yang sangat terkenal di Jerman. Siapa tahu ada investor yang tertarik.
Nah, dari nusantara, kita akan terbang ke Australia. Tepatnya, Sydney. Andra Fembriarto yang penulis naskah, sutradara, fotografer dan storyteller akan mengisahkan memori kuliah di sana. Apa saja hidden gem yang bisa kita kunjungi selama di sana? Simak pada:
- Hari/Tanggal: Sabtu, 22 Juli 2023
- Pukul: 16.00 WIB Jakarta
- Tema: Sekilas Sydney dan Film Toya & Roh Seninya
- Link zoom: ID 81402718677 password lhHDk4
Selain itu, Andra juga akan menguak film terbarunya "Toya dan Roh Seninya." Masih ingat film "Cipak-Cipuk, Anak Segara" yang pernah kita bahas dalam Kotekatalk beberapa tahun yang lalu? Yang suka film dan budaya Indonesia, pasti menyukai keduanya. Jangan hanya berkiblat pada film negara tetangga atau asing saja, dong. Karya anak negeri harus kita promosikan dan dukung kenceng. Sini!
Jumpa Sabtu.
Salam Koteka! (GS)