Hi, Koteker dan Kompasianer, apa kabar? Masih sehat dan bahagia, bukan.
Sabtu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana dan Pesanggrahan Indonesia e.V sudah mengajak kalian untuk menyimak obrolan Kotekatalk-265 yang membahas tentang main ski di Belchen, Jerman. Gana Stegmann selaku narasumber sudah membagikan kisahnya.
Belchen yang ada di kawasan Blackforest, Baden-Wuerttemberg, Jerman Selatan ada di ketinggian 1414,2 meter di atas permukaan air laut dengan luas kawasan 1.618 hektar. Itu daerah yang dilindungi sejak 11 Oktober 1949. Kalau musim panas asri, musim dingin semua putih dan menjadi tempat main ski.
Untuk menuju ke sana, narsum harus menempuh perjalanan selama 1 jam dengan kendaraan bermotor. Sebenarnya, bisa juga dicapai dengan kereta api disambung bus menuju kawasan Belchen. Dari bandara Cengkareng, Indonesia, bisa mendarat di Stuttgart atau Frankfurt atau Zuerich lalu ke Freiburg dengan kereta lalu bus ke Belchen.
Belchen merupakan tempat wisata ski yang sudah ada sejak abad 20. Di sana memiliki 4 puncak; hitam, merah, biru, kuning. Masing-masing memiliki arti sendiri, yakni: profesional, middle, biasa dan pemula. Ada yang harus diperhatikan ketika berwisata di sana, yaitu salju longsor. Untungnya, di sana tersedia 2 kantong penahan longsor dan alat digital pendeteksi longsor.
Bagi kalian yang nggak bisa main ski, tetap bisa ke sana dengan baik lift yang sudah dibangun sejak tahun 2001. Satu kabinnya untuk 8 orang, dengan start di Aitern-Multen di ketinggian 1356 meter. Hanya beberapa menit sudah sampai puncak. Di puncak ada restauran untuk duduk dan makan serta minum.
Siap main ski? Sediakan alat seperti sepatu ski, papan ski, stick ski, helm, kacamata, sarung tangan, syal, jaket, pakaian dalam khusus salju, celana ski. Jangan khawatir kedinginan karena orang Jerman beranggapan tidak ada salah musim tapi salah kostum. Di sekolah-sekolah biasanya ada peminjaman bagi murid yang mengikuti tur ski bersama. Jadi, nggak perlu beli. Hanya saja karena main ski menjadi tradisi, banyak keluarga atau warga Jerman yang punya sendiri untuk dipakai setiap saat diperlukan. Jika tidak digunakan, bisa dijual di bursa barang bekas khusus ski. Harganya sangat miring, dengan kondisi prima.
Untuk orang Indonesia, ski merupakan hal baru. Tidak semua orang Indonesia di luar negeri yang memiliki 4 musim mau dan atau bisa main ski. Banyak alasan memang. Tipsnya;
- niat
- Fit
- Jangan takut dingin
- Jangan takut putus asa
- Konsentrasi
- Jaga keseimbangan
- Rem pakai "pizza"
- Latihan terus (Uebung macht den Meister)
Dalam presentasi ditampilkan foto dan video narasumber saat main ski bersama keluarga.
Bagaimana? Kalian tertarik main ski di Jerman suatu hari nanti?
Dari Jerman, kita ke Indonesia, tepatnya di Salatiga. Aldi Lasso seorang traveler, penyanyi dan dosen UKSW akan berbagi pengalaman di dunia seni. Lewat kisah perjalanan hidupnya yang ditulis menjadi lagu-lagu yang dirangkum dalam album, diyakini akan menginspirasi masyarakat soal rohani dan kehidupan.
Bagaimana ia mempromosikan lagu-lagunya? Bagaimana ia mengolah vokal di tengah kesibukannya sebagai kepala keluarga dan dosen? Kapan terakhir kali menyanyi di depan publik? Bagaimana menggambarkan kisahnya dalam rangkuman kalimat dalam lirik lagu? Bagaimana animo masyarakat terhadap albumnya? Kapan terakhir kali mas Aldi menempuh perjalanan jauh?
Untuk tahu jawabannya, mari simak obrolan dalam Kotekatalk-266:
- Hari/tanggal: Sabtu, 31 Januari 2026
- Pukul: 16 WIB Jakarta/ 10.00 CET Jerman
- Link: DI SINI
Jumpa Sabtu sore.
Salam Koteka. (Gana Stegmann)