Kotekatalk-272: Ke Yordania dengan Visa On Arrival.
Ke Yordania pakai VOA (dok. Taufik)

Kotekatalk-272: Ke Yordania dengan Visa On Arrival.

Mulai : Sabtu, 14 Maret 2026 16:00 WIB
Selesai : Sabtu, 14 Maret 2026 16:40 WIB
zoom
0
07
57
18
Hari Jam Menit Detik
0 Peserta Mendaftar

Hi, Koteker dan Kompasianer, apa kabar? Masih sehat dan bahagia, bukan.

Sabtu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana dan Pesanggrahan Indonesia e.V. Bonn sudah menggelar Kotekatalk-271 dengan membahas tema Dubai. Kota yang memang sedang dirundung malapetaka dengan pengeboman dari Amerika dan Israel itu menjadi tempat paling penting yang dikunjungi orang sedunia karena transit dengan pesawat yang memang mendarat di sana. Banyak dari mereka terkatung-katung, sampai harus melakukan perjalanan 2 - 3 kali lipat durasinya untuk mencapai tujuan akhir. 

Nostalgia mengunjungi Dubai setelah corona dan sebelum pengeboman sangat menarik. Keindahan campuran antara tradisional dan modern di sana, pastinya menjadi magnet banyak turis sedunia, termasuk narasumber yang mengisi zoom.

Dubai dipilih karena menjadi bandara transit internasional dari perjalanan Jerman ke Indonesia. Kota yang memang sangat terkenal dengan predikat ter- (gedung tertinggi, mall terbesar, pajak terbebas, teraman dan seterusnya), menjadi magnet bagi orang asing untuk menanamkan saham di sana, berbisnis, bekerja dan berwisata. Itu memang menjadi tujuan dari negara UEA yang memiliki kekayaan minyak tapi tetap ingin menjadikannya sebagai potensi bisnis, shopping dan wisata.

Sayang, julukannya bisa saja jadi terseram karena ancaman bom dan serangan susulan dari negara lain membuatnya menjadi tempat yang bikin trauma. 

Namun, sebenarnya, tempat mana saja yang pantas dikunjungi, seandainya kembali aman seperti dulu?

  1. Burj Khalifa. Gedung tertinggi dengan arsitektur yang menarik itu makin cantik dengan cahaya lampu dan permainan lip - lop dengan iklan perusahaan besar di sana. Yang berniat ke sana harus mau merogoh kocek dalam-dalam. Naik di sana selain nggak sembarangan, juga mahal. Alternatifnya adalah menikmati gedung itu dari Sky Walk Observatory. Selain bisa menikmati lantai kaca dari lantai 58, ternyata memandang Burj Khalifa dari sana sangat menakjubkan. Pemandangan kota pencakar langit dengan hiasan danau buatan dan padang pasir.
  2. Dubai Mall, pusat perbelanjaan yang dibangun tahun 2008. Di sana ada atraksi gratisan yang bisa dilihat setiap 30 menit dari pukul 18.00 sampai dengan 23.00. Sajian tarian air muncrat itu adalah persembahan bagi raja. Lagu yang dimainkan adalah lagu favorit beliau. Nikmati keindahannya sambil minum teh atau kopi di beranda mall atau sekedar berdiri di pinggir pagar yang membatasi danau buatan di tengah kota itu.
  3. Emirate Mall, yang menjadi mal lebih tua dari Dubai mall, juga pantas untuk dikunjungi. Keistimewaannya nggak hanya dari keindahan arsitektur yang mengingatkan narasumber pada mall Al Fayed di Paris. Jajaran toko barang mewah menjadi kesan ter- yang ada di sana. 
  4. Spice shouk. Pasar rempah-rempah, yang mengingatkan kita akan kekayaan ramuan Arab layak untuk dikunjungi. Bagi kalian yang ingin belanja souvenir bisa ke sana. Jangan lupa menawar. Kalian yang memborong, nggak usah khawatir karena ada tukang songkro, para kakek yang tetap bekerja mencari nafkah dengan mengangkut barang belanjaan orang. Sebagai pembeli, kita bisa santai belanja, ada yang membantu dan menemani.
  5. Gold shouk. Pasar emas yang menyenangkan ini, menjadi alternatif bagi kalian yang ingin investasi emas untuk masa depan. Selain warnanya yang emas pekat, desainnya luar biasa bervariasi. Jangan khawatir, di sana aman, nggak ada perampok atau penjambret. Nyaman pastinya berbelanja di sana, ya?

Kalian yang berminat ke sana, jangan lupa melamar visa dan mempersiapkan diri apa yang dibutuhkan sesuai musim. Jangan ke sana pas musim panas Juni-Agustus, ya, bisa gosong. Kebaikannya adalah harga-harga jadi lebih murah karena jarang yang datang. Enak dan sejuk bagi kita orang Indonesia, ya di bulan November- Maret misalnya. Saat itu, hawa 15-25 derajat. Seger, atau kedinginan, ya? Indonesia memang orangnya tropis tapi banyak yang nggak mau jadi hitam terbakar matahari.

Dari Dubai, kita ke Yordania. Negara monarki di Timur Tengah memiliki ibukota di Amman dan memiliki mayoritas penduduk muslim. Negara itu bertetanggaan dengan Palestina, Irak, Arab Saudi dan Suriah. Mirip dengan usia negara kita, Yordania pernah di bawah mandat Inggris sampai tahun 1946. Kakak-adik sama Indonesia yang merdeka tahun 1945.

Masih dengan isu terkini di dunia, di mana ratusan WNI yang sedang berziarah atau berwisata di sana, kesulitan untuk kembali ke tanah air pasca penyerangan Amerika dan Israel di Dubai.  Dampaknya memang meluas ke banyak bandara yang menerbangkan para wisatawan atau siapapun yang sedang bepergian.

Pak Taufik Hidayat atau terkenal dengan Taufik Uieks, akan menceritakan pengalamannya ke sana. Apakah betul ke sana dengan VOA? Visa on arrival adalah ketentuan yang bikin wisatawan asing nggak perlu repot dengan formalitas dokumen ini-itu untuk memasuki sebuah negara. Tempat apa saja  dikunjungi dosen itu selama di sana? Bagaimana perjalanan dari Indonesia ke sana? Berapa bea yang harus dipersiapkan untuk ke sana? Apa saja kuliner yang cocok di lidah orang Indonesia di sana? Apa yang tidak boleh kita lakukan selama di sana? Apa tips menarik lainnya dari penulis 1001 masjid di 5 benua ini?

Untuk tahu jawabannya, mari kita simak obrolan dengan pak Taufik pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 14 April 2026
  • Pukul: 16.00 WIB Jakarta atau 10.00 CET Berlin.
  • Link: DI SINI

"Buah durian harum baunya, buah manggis manis rasanya. Bersama Komunitas Traveler Kompasiana, kita keliling dunia."

Jumpa Sabtu sore, sambil ngabuburit rame-rame.

Salam Koteka. (Gana Stegmann)

 

 

0 Peserta Mendaftar


Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar