Kepada 29 peserta, pulpen Kompasiana memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas partisipasinya dalam Sayembara Cerpen Pulpen XXXVII.
1. Surat yang Tidak Pernah Terkirim - Yayuk Sulistiyowati M.V
2. Sepenggal Episode Aira – Asih Purwanti
3. Perempuan yang Menunggu Pagi – Gendis Kahiyang
4. Mukjizat di Balik Data yang Berantakan - Berliani November Rain
5. Pipni dan Pesawat Kertas - Feliza Dondokambey
6. Membuat Garis Lurus - Hasan Ali Penulis
7. Petaka Reuni Akbar - Sri Nur Aminah
8. Cerpen: Satu Kali Klik - T. Ernayuni
9. Mukjizat di Ujung Malam – Kiki
10. Keheningan di Bawah Hujan - Aidan Evodius
11. Karung - Ukita Anma
12. Katup Udara di Ujung Telepon - Ditta Atmawijaya
13. Kenang-Kenangan dari Surga - Amalia Ramadanti
14. Sebuah Mimpi Seorang Perempuan - Latipah Rahman
15. Tiga Pelor Bundar Wak Lanang - Nina Sulistiati
16. Bertukar Tanpa Pamrih - Blue Carel
17. Nada yang Mengingat Jalan Pulang - Djumiatun SR
18. Di Bawah Hujan, Sepasang Kaki Melangkah - Arroofu Sekar Yulintantia
19. Kuitansi Bisu, Pengampunan Pahit - Ilham Rosadi
20. Anugerah di Balik Layar - Tania Salim
21. Tanah Pun Mengerti - Gema Surya Hendrawan
22. Kesempatan Kedua! – Kaekaha
23. Sakit yang Diderita Bu RT - Agustina Purwantini
24. Akhir Hidup Seorang Penulis Cerita Pendek - A.S. Ishak
25. 20 Tahun Labirin Neuroplasticity - Sitti Sarifa Kartika Kinasih
26. Desil – AKIHensa
27. Hari Raya Milik Biyung - Tia Sulaksono
28. Ide Cerita yang Tidak Pernah Kuduga – Ael
29. Buku Putih Ratna - Erry Yulia Siahaan
Untuk informasi, penjurian memasuki tahap akhir. Simak pemenangnya dalam waktu dekat.
Salam