0826 | 04 - Ternyata, Semua Ada Waktunya

2026-09-06 05:37:29 | Diperbaharui: 2026-09-06 05:37:29
0826 | 04 - Ternyata, Semua Ada Waktunya
Caption

EMBUH PAGI 0826 | 04

TERNYATA, SEMUA ADA WAKTUNYA

Sebuah Refleksi tentang Hidup, Kehidupan, dan Penghidupan dari Sudut Pandang EMBUH dengan Konsep Berpikir Out of The Box

Ada kalanya saya ingin sesuatu terjadi lebih cepat.

Ingin segera sembuh. Ingin segera mendapatkan rezeki. Ingin segera bertemu jodoh. Ingin segera melihat hasil dari usaha yang sudah dilakukan. Bahkan kadang saya merasa, kalau bisa, saya ingin menentukan sendiri kapan semuanya harus terjadi.

Tetapi semakin saya menjalani hidup, semakin saya belajar bahwa tidak semua hal bisa dipaksa datang sesuai keinginan saya.

Kesehatan ada prosesnya. Rezeki ada jalannya. Jodoh ada waktunya. Dan kematian pun memiliki ketetapan yang tidak bisa saya tawar.

Bukan berarti saya kemudian berhenti berusaha.

Justru di situlah saya belajar membedakan antara ikhtiar dan memaksa hasil.

Saya boleh berusaha menjaga kesehatan, berobat ketika sakit, bekerja mencari rezeki, memperbaiki diri untuk mendapatkan pasangan yang baik, dan menjalani kehidupan sebaik mungkin. Tetapi setelah semua yang mampu saya lakukan sudah saya kerjakan, ternyata masih ada satu hal yang harus saya pelajari:

Melepaskan.

Letting go.

Melepaskan bukan berarti menyerah. Bukan pula berarti berhenti berusaha. Melepaskan adalah berhenti memaksa sesuatu harus terjadi persis seperti yang saya inginkan.

Saya berusaha sebaik mungkin.

Saya lakukan bagian saya.

Saya berdoa.

Saya memperbaiki apa yang bisa diperbaiki.

Setelah itu, saya belajar berkata:

“Ya Allah, saya sudah berusaha. Selebihnya saya serahkan kepada-Mu.”

Mungkin selama ini yang membuat saya lelah bukan hanya masalahnya, tetapi keinginan saya untuk mengendalikan sesuatu yang memang berada di luar kendali saya.

Saya ingin cepat sembuh.
Saya ingin cepat kaya.
Saya ingin cepat bertemu jodoh.
Saya ingin cepat berhasil.

Padahal bisa jadi, yang saya anggap terlambat sebenarnya sedang dipersiapkan Allah dengan cara yang belum saya pahami.

Dan yang saya anggap terlalu cepat pun belum tentu menjadi yang terbaik bagi saya.

Maka saya mulai belajar untuk tidak terlalu sibuk bertanya, “Kapan?”

Saya lebih ingin bertanya:

“Apa yang bisa saya lakukan dengan sebaik-baiknya hari ini?”

Karena waktu bukan milik saya sepenuhnya. Saya hanya sedang menjalani bagian hidup yang Allah titipkan hari ini.

Mungkin tugas saya bukan memastikan semuanya terjadi sesuai keinginan.

Tugas saya adalah berikhtiar dengan sungguh-sungguh, menjalani dengan penuh kesadaran, berdoa dengan penuh harap, lalu belajar melepaskan hasilnya kepada Allah.

“Mbuh priben carane... kersane Gusti Allah.”

Bagi saya, kalimat ini bukan alasan untuk malas berusaha. Justru menjadi pengingat agar saya tidak sombong ketika berhasil dan tidak terlalu hancur ketika sesuatu belum sesuai harapan.

Saya berusaha karena itu bagian saya.

Allah yang menentukan hasilnya.

Dan ketika hasilnya berbeda dari yang saya bayangkan, mungkin yang perlu saya ubah bukan selalu keadaannya, tetapi cara saya menerima dan memaknainya.

Sebab pada akhirnya, ada hal-hal yang memang tidak bisa saya percepat dan tidak perlu saya paksa.

Ada waktunya. Ada jalannya. Ada kehendak-Nya.

Maka hari ini saya ingin belajar satu hal sederhana:

Lakukan yang terbaik. Setelah itu, lepaskan.

Bukan karena saya tidak peduli.

Tetapi karena saya percaya, Allah lebih tahu kapan sesuatu harus datang, bagaimana ia datang, dan apa yang sebenarnya terbaik bagi kehidupan saya.

Salam EMBUH,
{{{ Positif, Sehat dan Bahagia }}}


CATATAN

EMBUH adalah akronim dari Empowerment, Mindfulness, Behavior, Unconscious, Healing.

EMBUHISME adalah konsep pemikiran Out of The Box tentang Hidup, Kehidupan, dan Penghidupan dari sudut pandang yang EMBUH (Empowerment, Mindfulness, Behavior, Unconscious, Healing).

Buku “Aku Wong Embuh”
Untuk pemesanan, hubungi 0858-6767-9796.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar