KKN di Desa Parakansalak, Sukabumi

2024-02-05 11:41:21 | Diperbaharui: 2024-02-05 16:51:58
KKN di Desa Parakansalak, Sukabumi
Acara di SD dihadiri Kasi Pemerintahan Kecamatan Parakansalak, Bapak Kusnadi, serta Kepala Desa Parakansalak, ibu Rini Mulyati, A.Md. Kepala Desa satu-satunya yang bergender perempuan di kecamatan ini.

Masyarakat Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi adalah masyarakat yang berlokasi di daerah penyangga ibukota. Mereka memiliki akses yang mudah untuk ke ibukota. Dengan demikian mereka memiliki perilaku yang adaptif dengan kemajuan jaman. Walaupun tradisi-tradisi lokal juga masih dipertahankan. Menurut Bapak Suwaljan, salah seorang tokoh masyarakat, kedatangan para mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Uhamka disambut baik. Selama proses Kuliah Kerja Nyata, mereka membawa kegiatan-kegiatan yang positif di masyarakat. 

KKN ini dibimbing oleh Dosen BK FKIP Uhamka yang dipimpin oleh ibu Haning bersama tim. Berdasarkan arahan Ketua Program Studi dan Sekretaris, Dr. Asni dan Dr. Eka Heryani. KKN di FKIP Uhamka berbungkus tema Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) dengan fokus utama di bidang pendidikan. Seperti umumnya di programn studi lainnya, mahasiswa Bimbingan dan Konseling mayoritas adalah perempuan. Maka dari itu, aspek keselamatan bagi peserta KKN menjadi concern penting bagi Ketua Program Studi. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi mahasiswa dalam beraktifitas. 

Salahsatu kegiatannya adalah dengan mengadakan pentas seni dan olah raga bagi penduduk, terutama para generasi muda, untuk tampil di pentas, di salah satu Sekolah Dasar di sana. Bernama Sparkans. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat serta mahasiswa peserta KKN. 

Mahasiswa belajar untuk mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat. Mereka tinggal secara berkelompok di rumah-rumah penduduk. Mereka mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat. Berpartisipasi aktif dalam kemasyarakatan dengan bimbingan dari aparat desa, dosen pendamping, dan tokoh masyarakat setempat.

Saat berkegiatan, musim durian tiba. Sehingga para mahasiswa dapat membeli durian lokal dengan harga yang terjangkau. Bahkan penduduk desa sering membawakan durian kepada mahasiswa secara gratis. Karena mereka memiliki kebun durian. 

Sebagai daerah yang dekat dengan ibukota, Kecamatan Parakansalak sudah cukup maju. Sekolah Dasar sudah ada sejak jaman penjajahan. Di Kecamatan ini sudah ada Sekolah Menengah Atas Negeri. Hanya saja fasilitas infrastruktur menuju daerah tersebut masih kurang bagus. Jalanan beraspal yang di beberapa bagian sudah rusak. Selain itu, luas jalan juga kurang, sehingga kalau berkendara bis atau mikro bis ke sana dan berpapasan harus sedikit tricky. 

Masyarakat Parakansalak tinggal di lokasi yang sudah padat penduduk. Penduduk bekerja di sektor industri (pekerja pabrik), maupun pertanian. Untuk generasi muda menuntut ilmu, mereka akan merantau ke Kota Sukabumi, Bogor, Bandung, Jakarta maupun daerah-daerah lainnya. 

Semoga ke depan, siapapun Presiden terpilih, harus memperhatikan Parakansalak. Asosiasi Kepala Desa dengan berbagai variasinya, harus memperjuangkan infrastruktur lebih kencang, daripada sekedar masa jabatan untuk diri mereka sendiri. 

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar