Lomba Cerpen "Musi dan Manusia"
Caption

Lomba Cerpen "Musi dan Manusia"

Mulai : Kamis, 15 Januari 2026 00:00 WIB
Selesai : Sabtu, 31 Januari 2026 23:59 WIB
Palembang
Palembang
29
10
36
26
Hari Jam Menit Detik
1 Peserta Mendaftar

Baru saja kita menapak 2026, yang belum punya resolusi bisa nih nambahin list resolusinya di tahun ini dengan produktif menulis cerpen. Eaaa....

Kayak kata Mimin K, yang bertanya "Mari kita berandai-andai sekarang: jika tahun 2026 diceritakan dalam dunia fiksi, kira-kira akan berjalan seperti apa?. Kami sangat senang melihat bagaimana nanti cerita-cerita fiksi dari Kompasianer ini akan menghiasi dan melihat seperti apa tahun 2026 ini akan berjalan?'. 

Wah... wong Plembang besak segek ditantangin,peh lah kito lanjakke".

Apalagi di tahun 2026 ini usia Kompal tepat 1 Dekade. Uhuk... 

Jadi, kudu wajib dan harus untuk dirayakan. Biar makin seru Kompal menggandeng komunitas sastra di Palembang, Komunitas Kota Kata untuk menyelenggarakan event "Lomba Menulis Cerpen", dengan tema "Musi dan Manusia".

Syaratnya mudah dan pastinya event ini gratis :

Caption

Penilaian & syarat naskah:

1.    Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu cerpen terbaiknya

2.    Peserta adalah warga Sumatera Selatan atau angggota Komunitas Kota Kata atau Kompasianer Palembang.

3. Peserta wajib mengikuti akun instagram @komunitaskotakata dan @kompasianerpalembang    

4. Tema Bebas dan wajib mencantumkan unsur  lokal Sumatera Selatan.

5.    Naskah original dan bukan plagiat, saduran & belum pernah dipublikasikan, tidak mengandung pornografi / SARA dan ujaran kebencian serta tidak menggunakan  Artifificial Intelligence (AI).

6.    Jumlah kata per naskah 900 - 1.200 kata.

7.    Menggunakan Bahasa Indonesia, huruf Time New Roman, ukuran 12, spasi 1.5, dan dilarang mencantumkan identitas penulis pada naskah.

8.    Halaman profil penulis dibuat terpisah.

9.    Naskah dalam bentuk doc / docx dan kirim pada tanggal 15-31 Januari 2026  ke : https://bit.ly.LombaCerpenKokatKompal

Kompal dan Kota Kata akan membukukan 25 karya terpilih dan diterbitkan dalam satu buku. Penulis terpilih akan mendapatkan buku tersebut secara gratis.

Supaya dak cuma jadi kelakar betok bae.  Kokat dan Kompal memilih 2 juri yang akan menilai secara objektif. Karena juri tidak akan mengetahui identitas peserta lomba hingga juaranya diumumkan.

Siapa sih jurinya? 

Rizqi Turama merupakan dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Sriwijaya.  Ia memenangkan lomba cerpen nasional dengan tema Rasululah saw. yang diadakan oleh penerbit basabasi (2019). Tahun 2020, cerpennya yang berjudul Mat Ali dan Babi-babi Mengamuk terpilih dalam lomba cerpen nasional yang diadakan oleh ANP Media. Di 2021, ia terpilih sebagai salah satu pemenang lomba cerpen “Berita Kehilangan” yang diadakan Kontras melalui cerpen berjudul Bunyi Burung Pelatuk. Selain itu, cerpennya sejak tahun 2018 selalu menjadi salah satu cerpen yang dipilih para juri untuk terhimpun dalam buku cerpen pilihan Kompas. Novelnya Aku dan Jogja Pukul Dua terbit di Desember 2021 dan buku cerpennya Yang Lebih Bijak daripada Peri diterbitkan oleh Diva Press pada Januari 2022. Enam cerpennya terpilih sebagai bagian dari cerpen pilihan Kompas.

 

1 Peserta Mendaftar


Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar