Prodi Pendidikan Profesi Ners Unimus Semarang Gelar Pelatihan BTCLS 118

2026-02-16 01:22:32 | Diperbaharui: 2026-02-16 01:22:32
Prodi Pendidikan Profesi Ners Unimus Semarang Gelar Pelatihan BTCLS 118
Program studi Pendidikan profesi Ners Unimus Semarang Gelar Pelatihan BTCLS 118/Foto: Redaksi

Semarang – Ratusan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang mengikuti Pelatihan BTCLS 118 (Basic Trauma Cardiac Life Support) yang digelar pada 9–13 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung C Rumah Sakit Unimus Semarang lantai 3 tersebut menjadi bagian penting dari strategi peningkatan kompetensi kegawatdaruratan bagi calon perawat profesional sebelum terjun ke dunia kerja.

BTCLS 118 merupakan pelatihan intensif yang dirancang untuk memperkuat kemampuan dasar mahasiswa dalam menangani kasus trauma dan henti jantung. Materi yang diberikan mencakup penilaian cepat kondisi pasien, penentuan prioritas tindakan, hingga kerja tim dalam situasi kritis. Selama lima hari, peserta tidak hanya menerima pembelajaran teoretis, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan simulasi kasus yang dirancang menyerupai kondisi nyata di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Pada sesi pembukaan, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Unimus, Ns. Mariyam., S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.An, menekankan bahwa pelatihan ini memiliki nilai strategis bagi mahasiswa. Menurutnya, BTCLS bukan sekadar kegiatan pelengkap akademik, melainkan salah satu bekal utama yang dibutuhkan dalam persiapan memasuki dunia kerja di rumah sakit. Sertifikat BTCLS, lanjutnya, menjadi salah satu persyaratan penting selain ijazah formal, yang akan memberikan nilai tambah bagi lulusan saat bersaing di dunia profesional.

Ia juga mengingatkan bahwa kompleksitas kasus pasien di fasilitas kesehatan terus meningkat, sehingga tenaga perawat dituntut memiliki kompetensi klinis yang mumpuni, khususnya dalam penanganan kondisi darurat. Oleh sebab itu, mahasiswa profesi ners harus mampu mengintegrasikan penguasaan teori dengan keterampilan praktik yang terstandar dan responsif terhadap situasi kritis.

Pandangan serupa disampaikan dosen Program Studi Keperawatan Unimus, Ns. Yanuan Ben Olina., S.Kep., MNS., Sp.Kep.Kom. Ia menyebut pelatihan BTCLS sangat relevan bagi mahasiswa yang kelak menjalani praktik di IGD. Kemampuan mengidentifikasi tingkat kegawatan dan menentukan tindakan prioritas menjadi kompetensi kunci dalam pelayanan gawat darurat. Dalam kondisi kritis, keputusan klinis harus diambil secara cepat, tepat, dan terukur.

Menurutnya, penguasaan konsep triase, evaluasi airway, breathing, circulation (ABC), serta stabilisasi awal pasien merupakan fondasi utama praktik keperawatan gawat darurat. Melalui latihan berulang berbasis skenario, mahasiswa dilatih membangun ketajaman klinis sekaligus kepercayaan diri dalam menghadapi situasi yang menuntut respons segera.

Koordinator Pelatihan BTCLS 118, Angga Dwiyana, menjelaskan bahwa kegiatan ini disusun sebagai bentuk persiapan komprehensif bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat di lapangan. Ia menilai kesiapan mental dan teknis menjadi dua aspek penting yang harus dimiliki calon perawat sebelum terjun langsung menangani pasien dengan kondisi kritis.

Sepanjang pelaksanaan, pelatihan berlangsung tertib dan lancar. Partisipasi aktif mahasiswa terlihat dalam diskusi, praktik keterampilan, hingga simulasi penanganan kasus trauma dan henti jantung. Suasana pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif mencerminkan komitmen bersama untuk membangun profesionalisme sejak masa pendidikan.

Kegiatan ditutup pada Jumat, 13 Februari 2026, di tempat yang sama. Ketua DPK PPNI Unimus Semarang, Dr. Ns. Chanif, S.Kep., M.Kep., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan seluruh peserta menyelesaikan pelatihan. Ia menegaskan bahwa kompetensi yang diperoleh melalui BTCLS akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan karier para lulusan.

Ia juga menyampaikan bahwa DPK PPNI Unimus Semarang merupakan komisariat dengan jumlah anggota terbesar di wilayah Semarang, sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga standar mutu dan profesionalisme perawat, baik di lingkungan akademik maupun praktik klinik.

Pelatihan BTCLS 118 ini menjadi bukti komitmen institusi dalam mencetak perawat yang sigap, kompeten, dan adaptif terhadap tantangan layanan kesehatan modern. Dengan penguatan keterampilan kegawatdaruratan yang terstandar, mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Unimus diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Melalui program ini, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang kembali menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan pendidikan berbasis kompetensi yang selaras dengan kebutuhan riil dunia kerja dan perkembangan pelayanan kesehatan.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar