Skripsweet: Realita Mental Emosional Remaja Terkini

2026-02-14 18:50:13 | Diperbaharui: 2026-02-14 18:50:13
Skripsweet: Realita Mental Emosional Remaja Terkini

 

Skripsi ini lahir dari kegelisahan sederhana: kenapa makin banyak remaja terlihat “baik-baik saja”, tapi sebenarnya sedang tidak baik-baik saja?

Penelitian ini dilakukan di salah satu SMK swasta di Karawang (disamarkan ya ✨). Fokusnya dua hal yang dekat banget dengan kehidupan remaja: peran orang tua dan kejadian bullying.

Hasilnya? Nggak main-main.

 Ada hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan gangguan mental emosional remaja (p=0,013).
 Ada hubungan yang lebih kuat lagi antara bullying dengan gangguan mental emosional (p=0,000).

Artinya: rumah dan sekolah sama-sama punya peran besar dalam membentuk kesehatan mental anak.

Remaja yang mengalami pola asuh cenderung mengabaikan (neglectful) atau kontrol tanpa kehangatan emosional lebih berisiko mengalami gangguan mental emosional. Ditambah pengalaman bullying, risikonya makin meningkat.

Mental remaja itu bukan cuma soal “anaknya baper” atau “kurang iman”. Ada faktor sistemik di belakangnya.


Sedikit Sentuhan STIFIn 🔍

Kalau kita lihat dari perspektif STIFIn, setiap anak punya mesin kecerdasan dominan yang berbeda:

Bullying bisa berdampak berbeda pada tiap tipe. Anak Feeling mungkin hancur karena relasi, Thinking bisa terpukul karena ketidakadilan, Intuiting bisa terjebak kecemasan berkepanjangan.

Artinya: pendekatan ke anak tidak bisa satu resep untuk semua.


Saran Teknis untuk Para Pihak

1️ Untuk Orang Tua

  • Bangun komunikasi 10–15 menit setiap hari tanpa distraksi.

  • Validasi emosi anak sebelum memberi nasihat.

  • Hindari kontrol berlebihan tanpa kehangatan.

  • Kenali kecenderungan STIFIn anak agar pendekatan lebih presisi.

2️ Untuk Sekolah

  • Buat sistem pelaporan bullying yang aman dan anonim.

  • Lakukan skrining mental emosional berkala.

  • Bentuk peer support system (teman sebaya terlatih).

  • Integrasikan edukasi kesehatan mental dalam kegiatan BK.

3️ Untuk Guru BK

  • Lakukan pemetaan risiko (bullying exposure + pola asuh).

  • Pendekatan konseling disesuaikan dengan karakter dominan siswa.

  • Libatkan orang tua dalam sesi intervensi ringan.

4️ Untuk Remaja

5️ Untuk Dinas Pendidikan dan Kesehatan


Penutup

Kalau kita ingin generasi yang kuat mentalnya, maka:
rumah harus hangat,
sekolah harus aman,
dan pendekatan harus personal.

Karena setiap anak unik. Dan setiap mental yang terluka, sebenarnya sedang minta dipahami.

#skripsweet #KesehatanMentalRemaja #Bullying #Parenting #PromosiKesehatan #STIFIn

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar