Hallo, Koteker dan Kompasianer. Apa kabar? Masih sehat dan bahagia, bukan.
Pada hari Minggu, minggu lalu, Komunitas Traveler Kompasianer dan Pesanggrahan Indonesia e.V Bonn sudah menyelenggarakan Kotekatalk-262 yang mengangkat tema kegiatan offline Koteka disana, pembagian nasi bungkus di Aceh Barat. Itu wujud dari kepedulian komunitas untuk mereka yang terkena musibah. Sebuah tali silaturahim.
Farissa sebagai relawan dari Koteka, menerima transfer dana dari admin Koteka Palupi Mustajab, yang kemudian dibelikan nasi di warung di dekat ia tinggal. Setelahnya, ia menuju sebuah warung di dekat jalan masuk ke sebuah desa di Aceh Barat yang terkena banjir. Dalam tayangan lensa pada Kotekatalk live streaming terdahulu dengan Farissa, terlihat sawah tergenang. Pada hari itu, sudah menghijau alias air sudah surut dan tanaman kembali subur.
Sembari menunggu perwakilan warga yang diundang untuk mendapatkan nasi, Farissa mengobrol dengan ibu pemilik warung. Kata si ibu, walau sudah surut, masih tampak lumpur kering di sana-sini yang masih sulit dibersihkan. Rumah-rumah sudah dibersihkan dengan air dan bisa ditempati. Kegiatan sehari-haripun kembali normal.
Hal serupa juga diceritakan oleh ibu-ibu yang sudah datang ke warung 20 menit setelah ditunggu. Bahkan, kata mereka, kegiatan belajar mengajar sudah kembali normal. Ditambah lagi, bantuan dari pemerintah setempat sudah diterima beberapa minggu yang lalu. Wujud perhatian mereka berupa sembako menjadi semangat bagi mereka bahwa badai akan cepat berlalu.
Mereka juga menerima nasib bahwa harga barang-barang menjadi naik, tidak normal seperti saat harga barang sebelum bencana terjadi.
Setelah serah terima 20 nasi bungkus yang akan dibagikan di masjid di desa tersebut, Kotekatalk ditutup.
Dari Aceh Barat, kita terbang ke Bali. Suasana Bali yang memprihatinkan karena menurunnya minat wisatawan berkunjung ke sana menjadi keprihatinan tersendiri. Dampaknya, tidak hanya menjadi kerugian devisa negara tetapi juga pendapatan warga dan pemilik bisnis yang ada di sana.
Adalah Knut Christian Kiene. Pemilik toko Cintalia di Denpasar ini akan menceritakan bagaimana kondisi Bali saat ini. Penulis buku "Orang Bule: Pengalaman Saya Sebagai Orang Asing di Indonesia" itu menikah dengan orang Bali dan memiliki 3 anak. Baginya, peraturan baru yang berlaku saat ini sangat menyulitkannya.
Apa saja peraturan yang dimaksud? Apa opininya tentang kondisi ini? Karena sudah lama tinggal di Bali, apakah Knut tidak kangen Jerman, negara sosialis yang standar kehidupannya aman, nyaman dan teratur dibandingkan dengan Indonesia?
Untuk tahu jawabannya, simak Kotekatalk-263 pada:
- Hari/Tanggal: Sabtu, 10 Januari 2025
- Pukul: 16.00 WIB Jakarta atau 10.00 CET Berlin
- Link: Di SINI
Bali disebut-sebut sebagai tujuan wisata yang menyenangkan bagi turis asing dan lokal. Apakah Bali akan tetap mempertahankan kualitasnya sebagai pulau dewata yang menjadi idaman dunia?
"Ke Bogor jangan lupa mampir ke istana. Di Bogor ada bunga Raflesia. Bersama Komunitas Traveler Kompasiana, kita bangkitkan pariwisata Indonesia" (Menparekraf Sandiaga Uno dalam Kotekatalk-83, 2 April 2022).
Jumpa Sabtu.
Salam Koteka. (Gana Stegmann)