Hi, Koteker dan Kompasianer. Apa kabar? Masih sehat dan bahagia?
Hari Minggu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana dan Pesanggrahan Indonesia e.V Bonn telah menyelenggarakan Kotekatalk-301. Narasumber mbak Siti Asiyah dari Pesanggrahan Indonesia mengarahkan kamera ke panggung dan stand-stand yang sudah berjajar di depan Kantin Cafe di Keilheim, Jerman.
Mbak Siti menceritakan pengalamannya membantu mengatur acara pada hari Sabtu. Katanya, hari itu ramai dan cuaca bagus. Stand dari Afrika, stand UMKM Indonesia, stand UMKM dari Saarland dan stand Komunitas Traveler Kompasiana meramaikan acara sampai hari Minggu.
Berangkat dari Bonn menuju Keilheim, selama tujuh jam, mbak Siti masih semangat di hari kedua. Ia ditemani anak laki-lakinya, Yudi.
Tampak panggung masih sepi, menunggu tamu yang akan dijamu di kantin. Kuliner Indonesia seperti bakso, mie Hun goreng, gado-gado, nasi rames disinyalir akan menggoyang lidah masyarakat Jerman dan diaspora Indonesia di Keilheim.
Masih dari Keilheim, giliran Gana Stegmann, ketua dan salah satu pendiri Koteka akan menceritakan bagaimana ia menjaga stand Koteka dana apa saja kisahnya akan dibagi dalam Kotekatalk-302 pada:
- Hari/Tanggal: Sabtu/10 Oktober 2026
- Pukul: 16.00 WIB Jakarta/ 11.00 CEST Berlin
- Link: Di SINI
Apa saja yang dipamerkan Koteka di stand kali ini? Apa tanggapan masyarakat yang mampir ke meja Koteka? Mengapa Koteka ikut bergabung bersama Pesta Rakyat Eropa ini? Simak obrolannya, yuk untuk tahu apa jawabannya.
"Ke Bogor jangan lupa mampir ke istana. Di Bogor ada bunga Raflesia. Bersama Komunitas Traveler Kompasiana, kita bangkitkan pariwisata Indonesia" (Menparekraf Sandiaga Uno, Kotekatalk-83, 2 April 2026).
Jumpa Sabtu sore.
Salam Koteka. (Gana Stegmann)