Apakah Anak dan Penyintas Harus Dibuat Gembira?
Tidak selalu.
Tujuan utama dukungan pascabencana bukan membuat anak tertawa, tetapi:
-
membuat mereka merasa aman,
-
tidak sendirian.
WHO dan UNICEF menegaskan bahwa dukungan awal bagi anak dan penyintas adalah Psychological First Aid (PFA)—bukan terapi, bukan hiburan, dan bukan paksaan untuk “bahagia”.
Memaksa anak untuk selalu ceria justru berisiko:
-
menekan emosi yang belum selesai,
-
membuat anak merasa perasaannya “salah”,
-
menghambat proses pemulihan alami.
Lalu, Dukungan Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan?
1. Rasa Aman (Safety)
Ini kebutuhan paling dasar.
-
lingkungan yang terprediksi,
-
kehadiran orang dewasa yang konsisten.
Tanpa rasa aman, intervensi apa pun tidak efektif.
2. Kehadiran yang Tenang, Bukan Menggurui
Anak dan penyintas tidak selalu butuh banyak nasihat. Mereka butuh:
-
didengar,
-
tidak disela,
-
tidak dipaksa bercerita.
Kalimat sederhana seperti “Aku di sini kalau kamu mau cerita” jauh lebih membantu daripada ceramah panjang.
3. Validasi Emosi, Bukan Pengalihan Paksa
Kalimat yang perlu dihindari:
-
“Jangan sedih”
-
“Harus kuat”
-
“Masih banyak yang lebih parah”
Kalimat yang lebih sehat:
-
“Wajar kalau kamu merasa takut”
-
“Perasaanmu bisa dimengerti”
-
“Kita pelan-pelan, ya”
Data menunjukkan bahwa validasi emosi menurunkan risiko gangguan stres pascatrauma pada anak.
4. Bermain—Ya, Tapi Dengan Tujuan
Bermain bukan sekadar hiburan. Ia adalah:
-
cara anak mengekspresikan emosi,
-
sarana memulihkan rasa kendali,
-
alat komunikasi non-verbal.
Namun, bermain yang sehat:
-
tidak dipaksakan,
-
tidak berisik berlebihan,
-
dan tidak menutupi emosi yang sedang muncul.
Kadang anak ingin bermain. Kadang hanya ingin duduk diam. Keduanya valid.
5. Kembali ke Fungsi Sehari-hari
Pemulihan bukan soal senyum, tetapi soal fungsi:
Inilah indikator pemulihan yang lebih akurat daripada tawa sesaat.
Bagaimana dengan Orang Dewasa Penyintas?
Orang dewasa sering lebih terabaikan karena dianggap “harus kuat”. Padahal data menunjukkan:
-
1 dari 5 penyintas dewasa mengalami gangguan stres pascatrauma ringan–sedang,
-
banyak yang memendam emosi demi mengurus keluarga.
Dukungan bagi dewasa mencakup:
-
ruang bicara tanpa dihakimi,
-
pengurangan beban praktis,
-
pengakuan bahwa lelah itu wajar.
Kapan Bermain dan Keceriaan Dibutuhkan?
Bermain dan keceriaan penting, tetapi bukan tujuan utama.
Ia adalah alat, bukan ukuran keberhasilan.
Jika bermain:
-
membantu anak merasa aman → baik
-
menjadi pelarian yang dipaksakan → perlu dihentikan
Intinya: Jangan Mengejar Senyum, Kejarlah Rasa Aman
Kadang itu terlihat sebagai tawa.
Kadang sebagai diam yang tenang.
Keduanya adalah bagian dari penyembuhan.