Kotekatalk-162: Jalan-jalan Langsung dari Berlin, Yuk!
Minggu ini kita ke Berlin, yuk! (dok: Semula Studio/ Cottidie Studio)

Kotekatalk-162: Jalan-jalan Langsung dari Berlin, Yuk!

Mulai : Minggu, 28 Januari 2024 16:00 WIB
Selesai : Minggu, 28 Januari 2024 16:30 WIB
Zoom
00
00
00
00
Hari Jam Menit Detik
1 Peserta Mendaftar

Hi, Koteker dan Kompasianer. Masih sehat dan bahagia?

Minggu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana sudah mengajak kalian jalan-jalan virtual dari Amsterdam. Mbak Gana Stegmann sebagai ketua Koteka sudah berceloteh tentang gambaran kota di negeri Belanda yang sangat internasional.

Di antara balutan tebal dari kepala sampai kaki, sembari menggigil, ia memperlihatkan kita tentang keindahan sekitar stasiun kereta Amsterdam. Dari sana, kita bisa keliling dunia dengan hanya naik kereta, lho. Misalnya ke London, Belgia, Jerman dan lain-lain. Ke kota-kota lain di Belanda-pun juga gampang dan murah-meriah. Misalnya dari Amsterdam, mbak Gana beli tiket kereta menuju Den Haag seharga 13 euro atau Rp 200 ribuan. Satu jam sudah sampai. Menuju airport Schipol pun juga mudah dan murah. Tertarik untuk singgah ke sana dan membedah dunia? 

Salah satu hal yang sangat menarik adalah sepeda di sana-sini. Kompasianer of the year 2020 itu juga memperlihatkan banyaknya sepeda yang diparkir di pagar jembatan dan digembok rapat. Pasti supaya nggak terbang dibawa angin, bukan dimaling, ya. Minggu-minggu itu, angin sangat bertiup kencang di sekitar langit Eropa termasuk di Belanda.

Keunikan berikutnya adalah kuliner kentang goreng yang irisannya tebal dan besar. Mbak Gana semalam sebelumnya melihat antrian di sebuah kedai yang menjualnya. Nggak tahu apakah karena kelezatan kentangnya atau karena hari itu sangat dingin, sehingga semua lapar. Yang jelas, mbak Gana nggak mau ikutan antri tapi asyik mengabadikannya di dalam kamera. Kayak antri beras.

Di pelataran depan stasiun,  biasanya banyak orang asing seperti dari India dan Palestina, yang mengadakan demo. Protes mulai dari soal ekonomi sampai politik itu bikin jalanan macet. Sampai-sampai beberapa kali tram yang ditumpangi mbak Gana harus muter supaya lancar. Perjalananpun jadi tambah panjang.

Satu hal yang harus dicermati selama di sana adalah polusi udara  sudut-sudut Amsterdam yang dicemari oleh bau ganja. Mengingat banyaknya Coffee shop di kota yang mengizinkan masyarakatnya untuk mengkonsumsi dalam jumlah tertentu itu, membuat asapnya terbang ke mana-mana. Harga dipatok dari 4 euro sampai 12 euro satu lintingnya. Bersyukur bahwa negara kita nggak melegalkan ini, ya. Kalau coffe shop di sana untuk merokok yang itu, di Indonesia namanya warung kopi tapi dengan seduhan yang nggak bakal memabukkan. 

Baiklah, setelah virtual traveling ke Amsterdam, Belanda. Mbak Gana sebagai narsum pengganti Kotekatalk-162 akan mengajak kalian untuk jalan-jalan langsung dari Berlin. Ibu kota negara Bundes Republik Deutschland itu adalah kota internasional juga yang memiliki armada transportasi tram. Ini pasti mempermudah penduduknya dan masyarakat dunia yang mengunjunginya. Mudah dan murah ke mana-mana. Maklum kalau harus pakai mobil atau sepeda motor, parkirnya susah dan mahallll!

Apa saja keindahan Berlin yang nggak bakal kita temukan di tanah air? Bagaimana gambaran kehidupan masyarakat di sana? Kalian tahu kue Berliner? Kuliner apa saja yang khas sana? Mengapa banyak orang mengerumuni warung kebab? Bukankah itu masakan dari Turki? Kok, banyak patung beruang raksasa di  sudut-sudut kotanya? Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Untuk tahu jawabannya, Mimin ajak kalian untuk hadir pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 28 Januari 2024
  • Pukul: 16.00 WIB/ 10.00 CET Berlin
  • Link zoom: DISINI

Lebih jauh tentan narasumber Kotekatalk. Gana Stegmann adalah Kompasianer yang bergabung di Kompasiana sejak tahun 2011. Ketertarikannya untuk menjelajah kota-kota di dunia sudah dimulainya saat ia kelas 3 SMA sampai hari ini. Sudah 30 negara yang sudah ia kunjungi, 13 di antaranya menjadi negara tempat ia memamerkan keindahan tarian Indonesia dalam event pribadi sampai internasional. Buku wisata tentang Jerman dan Hongaria sudah diterbitkannya. Semoga makin banyak buku travel yang ia tulis supaya pengalamannya memotivasi kita yang haus akan wawasan wisata lokal dan dunia. 

Buah durian wangi baunya. Buah manggis manis rasanya. Bersama Komunitas Traveler Kompasiana, kita keliling dunia.

Hadir, ya. Jumpa Minggu di Berlin.

Salam Koteka. (GS)

 

 

 

1 Peserta Mendaftar


Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar