“Keinginan Terdalam Tiap Mesin Berbeda”, maka poin kuncinya adalah:
Goal yang tepat bukan yang terlihat keren, tapi yang selaras dengan mesin kecerdasan.
Berikut cara membahasnya secara rapi dan aplikatif saat presentasi atau diskusi.
1. Prinsip Utama Goal Setting Berbasis STIFIn
Banyak orang gagal mencapai tujuan bukan karena malas, tetapi karena:
-
goal tidak sesuai dengan kebutuhan terdalam mesinnya
-
motivasi awal bukan berasal dari dalam, melainkan ikut-ikutan
STIFIn membantu kita menjawab pertanyaan:
“Sebenarnya aku mengejar apa?”
2. Goal Setting Berdasarkan Keinginan Terdalam Tiap Mesin
ð¹ THINKING
Ingin: kendali, sistem, ekspansi
Ciri goal yang tepat:
-
punya struktur jelas
-
ada hierarki, target, dan indikator keberhasilan
-
memberi ruang untuk mengatur dan mengembangkan
Contoh goal yang sehat:
-
membangun sistem bisnis
-
menjadi pengambil keputusan
-
menciptakan SOP / metode kerja
Catatan penting:
Thinking frustrasi jika goal-nya kabur atau terlalu emosional.
ð¹ FEELING
Ingin: pengaruh, penerimaan
Ciri goal yang tepat:
-
berdampak ke orang lain
-
melibatkan relasi dan komunikasi
-
membuatnya merasa dihargai
Contoh goal yang sehat:
-
menjadi fasilitator, guru, mentor
-
membangun komunitas
-
profesi berbasis empati
Catatan penting:
Feeling cepat drop jika goal-nya dingin dan minim apresiasi.
ð¹ INTUITING
Ingin: makna, kontribusi spiritual
Ciri goal yang tepat:
-
punya nilai besar dan visi jangka panjang
-
tidak melulu soal materi
-
terasa “bermakna”
Contoh goal yang sehat:
-
gerakan sosial
-
karya inspiratif
-
dakwah, pendidikan, perubahan budaya
Catatan penting:
Intuiting kehilangan energi jika goal hanya angka tanpa makna.
ð¹ SENSING
Ingin: stabil, aman, nyata
Ciri goal yang tepat:
-
realistis dan terukur
-
bisa langsung dirasakan hasilnya
-
berhubungan dengan keamanan hidup
Contoh goal yang sehat:
-
pekerjaan tetap
-
keahlian praktis
-
kestabilan finansial
Catatan penting:
Sensing stres jika dipaksa bermimpi terlalu abstrak.
ð¹ INSTING
Ingin: ruang gerak, cepat jalan
Ciri goal yang tepat:
-
fleksibel
-
tidak terlalu banyak aturan
-
bisa langsung dieksekusi
Contoh goal yang sehat:
-
projek dinamis
-
wirausaha lapangan
-
pekerjaan mobile
Catatan penting:
Insting akan memberontak jika goal terlalu kaku dan lambat.
3. Kesalahan Umum dalam Goal Setting
-
Meniru goal orang lain tanpa mengenal mesin sendiri
-
Menyusun goal “ideal” versi sosial, bukan versi diri
-
Memaksakan satu standar sukses untuk semua orang
Akibatnya:
-
cepat lelah
-
kehilangan arah
-
menyalahkan diri sendiri
Padahal yang salah sering kali bukan orangnya, tapi goal-nya.
“Kalau goal-mu sesuai mesin kecerdasan, kamu tidak perlu dipaksa—energi akan muncul dengan sendirinya.”