Mengapa Memimpin Bukan Cuma Soal Jabatan

2026-01-08 09:37:16 | Diperbaharui: 2026-01-08 09:37:16
Mengapa Memimpin Bukan Cuma Soal Jabatan
STIFIn Leadership

Sering kali kita mengira kepemimpinan itu soal jabatan. Padahal dalam praktiknya, organisasi yang sehat justru berdiri karena keseimbangan peran, bukan sekadar struktur.

Dalam perspektif STIFIn Leadership, ada tiga peran kunci yang perlu dipahami: Leader, Manager, dan Supervisor. Bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk diselaraskan.


Leader: Menjaga Arah, Bukan Sekadar Bergerak

Leader punya tugas utama menjaga keseimbangan antara change dan establishment.

Artinya:

  • Leader mendorong perubahan supaya organisasi tidak mandek.

  • Tapi tetap menjaga nilai, budaya, dan sistem yang sudah terbukti bekerja.

Kalau kebanyakan change, organisasi bisa kehilangan identitas.
Kalau kebanyakan establishment, organisasi jadi kaku dan susah berkembang.

Leader yang matang bukan yang paling sering bikin gebrakan, tapi yang tahu kapan harus mengubah, kapan harus menjaga.


Manager: Antara Modal dan Hasil

Manager bekerja di wilayah yang lebih “membumi”: invest dan income.

Investasi bisa berupa:

  • waktu,

  • tenaga,

  • anggaran,

  • bahkan emosi tim.

Tugas manager adalah memastikan semua itu menghasilkan income—bukan selalu uang, tapi juga output, kinerja, dan keberlanjutan.

Manager yang baik tidak asal hemat, tapi juga tidak jor-joran. Ia paham bahwa organisasi sehat adalah organisasi yang bertumbuh tanpa kehabisan energi.


Supervisor: Kualitas Itu Dijaga, Bukan Diharapkan

Supervisor menjaga keseimbangan antara improve dan proof.

  • Proof memastikan pekerjaan sesuai standar.

  • Improve memastikan standar itu terus diperbaiki.

Supervisor bukan sekadar “pengawas kesalahan”, tapi penjaga kualitas proses. Tanpa supervisor, ide leader bisa berhenti di wacana dan rencana manager bisa berhenti di kertas.


STIFIn Leadership: Semua Punya Peran

Dalam STIFIn, setiap orang punya kecenderungan alami.
Ada yang kuat di arah visi (leader), ada yang rapi di pengelolaan (manager), ada yang teliti di pelaksanaan (supervisor).

Masalah muncul ketika:

  • semua ingin jadi leader,

  • tidak ada yang mau jadi manager,

  • dan supervisor dianggap “sekadar pelaksana”.

Padahal organisasi berjalan baik justru ketika setiap peran dihormati.


Penutup: Kepemimpinan Itu Soal Keseimbangan

STIFIn Leadership mengajarkan satu hal penting:
kepemimpinan bukan soal siapa paling tinggi, tapi siapa paling tepat di posisinya.

Kalau leader menjaga arah,
manager menjaga ritme,
dan supervisor menjaga kualitas,

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Suka dengan Artikel ini?
0 Orang menyukai Artikel Ini
avatar