Luaran Training Inspiratif Tulis Artikel (TInTA) Seri AKU DAN ‘AISYIYAH
Oleh : Sri Nur Karyati,SE
Nama ‘Aisyiyah berasal dari pengikut Aisyah,ra, istri Nabi Muhammad SAW yang dikenal cerdas dan berilmu, melambangkan pasangan serasi dengan Muhammadiyah sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW. Visi organisasi ini menjadikan perempuan Islam yang berilmu, beriman, mandiri, dan berkemajuan untuk membangun masyarakat rahmatan lil ‘alamiin. ‘Aisyiyah didirikan pada 19 Mei 1917 atau 27 Rajab 1335 H di Yogyakarta oleh KH. Ahmad Dahlan bersama istrinya Siti Walidah. Organisasi ini merupakan sayap perempuan Muhammadiyah yang memajukan peran perempuan dalam da’wah Islam dan pembangunan masyarakat.
Embrio ‘Aisyiyah bermula dari perkumpulan Sapa Tresna pada 1914, kelompok pengajian gadis-gadis terdidik di Kauman Yogyakarta yang dipimpin Nyai Ahmad Dahlan. Perkenalanku dengan ‘Aisyiyah terjadi 2 tahun yang lalu melalui seorang tetangga yang menawarkan untuk ikut aktif di organisasi ‘Aisyiyah, karena di kecamatan Jatiasih ini baru berdiri Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Alhamdulillaah dengan ijin dari suami akhirnya aku bisa aktif sebagai sekertaris Majelis Kesejahteraan Sosial dan menjadi ketua Pimpinan Ranting Jatirasa.
Selama dua tahun menjalani rutinitas kegiatan Áisyiyah dengan program-program yang sangat bermanfaat bagi Masyarakat Jatiasih membuat aku lebih bersemangat dalam ber-’Aisyiyah. Kegiatan yang sangat membuatku terkesan adalah Kegiatan Baitul Arqom yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jatiasih. Saya mengikutinya sebagai utusan dari Pimpinan Ranting jatirasa Bersama pengurus lainnya yaitu sekertaris, bendahara dan perwakilan dari majelis. Mengikuti kegiatan Baitul Arqom merupakan pengalaman yang sangat berharga dan penuh makna bagiku sebagai kader ‘Aisyiyah. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan formal, tetapi menjadi ruang pembinaan ruhiyah, intelektual, dan ideologis yang memperkuat jati diri sebagai muslimah dan aktivis persyarikatan.
Sejak hari pertama, suasana Baitul Arqom terasa berbeda. Disiplin waktu, kebersamaan, serta nuansa ibadah yang kuat membentuk lingkungan pembelajaran yang kondusif. Materi-materi yang disampaikan, seperti aqidah, ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, akhlak Islami, serta pemahaman tentang kemuhammadiyahan dan ke’aisyiyahan, membuka wawasan saya tentang pentingnya beragama secara murni dan berorganisasi secara ikhlas. Salah satu hal yang paling berkesan adalah memurnikan aqidah Islam yang jauh dari perilaku Takhayul, Bd’ah dan Churafat yang akan menodai semua amalan kita sehari-hari.
Baitul Arqom merupakan program pengkaderan wajib di organisasi Muhammadiyah yang berfokus pada pembinaan ideologi ke-Islaman dan kepemimpinan. Program ini dirancang untuk menyatukan sikap, integritas, wawasan, dan pemikiran anggota agar selaras dengan misi Muhammadiyah dalam gerakan da’wahnya. Tujuan utama dari pelaksanaan Baitul Arqom mencakup peningkatan pemahaman Islam, penciptaan kesatuan visi dan misi, serta penguatan paham agama dalam Muhammadiyah seperti prinsip ibadah yang benar, akhlak yang benar. Melalui Baitul Arqom, peserta memahami hakikat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam untuk mewujudkan Masyarakat Islam sejati.
Program ini memperkuat komitmen kader Muhammadiyah dan menjadi fondasi ideologi untuk menyelamatkan gerakan persyarikatan dan tantangan seperti multitafsir terhadap perspektif ajaran Islam. Selain penguatan ideologi, program ini berperan dalam penguatan kepemimpinan dalam menciptakan kader yang memiliki wawasan, integritas, dan keterampilan kepemimpinan yang selaras dengan visi organisasi. Ini menjadi fondasi dalam penyatuan kader Muhammadiyah dalam berjuang mencapai Masyarakat yang berkemajuan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini memperkuat komitmen ideologi, membangun solidaritas, dan menanamkan karakter keislaman untuk menghadapi tantangan zaman. Pelaksanannya wajib bagi anggotga, pimpinan, dan tenaga amal usaha Muhammadiyah. Stukrtur materi Baitul Arqom unrutk kader Muhammadiyah dirancang secara bertahap dan modular, mencakup pembahasan mengenai Aqidah, ibadah, ideologi, akhlak, dengan penyesuaian untuk jenjang dasar hingga lanjutan.
Materi pokok utama meliputi paham prinsip-prinsip agama dalam Muhammadiyah, prinsip ibadah benar menurut Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, serta revitalisasi ideologi Muhammadiyah melalui Muqadimah Anggaran Dasar dan PHIWM. Adapun materi pendukung meliputi strategi dakwah Muhammadiyah, gerakan jamaah dan dakwah jamaah, manajemen organisasi, akhlak kepemimpinan,etos kerja kader serta organisasi ‘Aisyiyah. Pelaksanaan Baitul Arqom selama dua hari dengan kurikulum pendekatan pembelajaran orang dewasa, menggabungkan ceramah, diskusi, dan praktik untuk membentuk integritas kader.
Keberhasilan peserta Baitul Arqom Muhammadiyah dinilai melalui kombinasi tes pengetahuan,observasi perilaku, Tingkat kehadiran, dan evaluasi pasca-kegiatan seperti model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penilaian keberhasilan peserta Baitul Arqom merupakan aspek penting untuk memastikan tujuan pembinaan tercapai secara efektif.Aku merasa bangga bisa bergabung dengan ‘Aisyiyah karena di organisasi ini bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang universal. Pemberdayaan kader dan Masyarakat bisa melalui dari semua bidang, misalnya bidang sosial, bidang keagamaan, bidang ekonomi, bidang lingkungan hidup, bidang hukum dan lain sebagainya.
Ada beberapa peran strategis yang membuatku terkesan yaitu kegiatan-kegiatan dari Majelis Kesejahteraan Sosial yaitu:
Pada tingkat ranting/cabang Majelis Kesos ‘Aisyiyah memfokuskan kegiatannya pada pelayanan sosial dasar dan penguatan solidaritas jamaah, diantaranya kunjungan ke posbindu untuk berbagi apa yang diperlukan agar lansia menjalani kehidupan yang bahagia lahir bathin. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwwah dan kepedulian sosial antar warga. Adapun dalam segi pemberdayaan perempuan dan keluarga Majelis Kesos secara berkala mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan yang bermanfaat untuk rumah tangga maupun untuk menopang ekonomi keluarga. Misalnya : Demo masak, pelatihan membuat buket bunga, dll.
Dalam hal penguatan fisik secara berkala program senam lansia mulai digalakan, walaupun peserta masih terbatas, in sya Allah di masa yang akan datang bisa menarik minat warga sekitar. Majelis Kesos bersinergi dengan Majelis Kesehatan ikut mendampingi Posyandu untuk membantu pengentasan anak balita stanting dengan bantuan memeberikan makanan tambahan. Di daerah Jatiasih ada sebagian daerah yang rawan banjir karena perumahan mereka berada di sisi sungai besar, sehingga ketika hujan dengan curah hujan yang tinggi menenggelamkan bangunan rumah penduduk. Majelis Kesos bergerak dengan membantu pasokan makanan, alat kebersihan, pakaian layak pakai, dll
Bersama ‘Aisyiyah, da’wah bisa berbagai macam bentuknya, berbagai macam cara sehingga semua potensi yang dimiliki oleh warga ‘Aisyiyah bisa bermanfaat untuk kemajuan perempuan-perempuan Indonesia, khususnya perempuan-perempuan Jatiasih. Da’wah yang diusung adalah da’wah yang bersifat universal sehingga keluasan berpikir, memahami dan mengamalkan ilmu mendapatkan porsi yang optimal sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan warga ‘Aisyiyah dan masyarakat umum.
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an QS. An Nahl : 97 yang artinya:
“Barangsiapa mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sungguh akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami berikan balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Kiprah ‘Aisyiyah di Jatiasih pelan-pelan mulai dikenal masyarakat dengan beberapa program yang langsung menyentuh masyarakat. Hampir tiga tahun da’wah ‘Aisyiyah mulai dirasakan warga sekitar Jatiasih dengan berdirinya Masjid Abdul ‘Azis Muhammadiyah sebagai pusat kegiatan. Kegiatan yang sedang dan akan diluncurkan yaitu: Pendirian PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Pendirian Panti Tahfidz, Perguruan Tapak Suci, Tahsin Muslimah ‘Aisyiyah.
Aku berharap bersama ‘Aisyiyah akan senantiasa beriringan bersama, menapaki perjuangan kehidupan pribadi dan kolektif hingga akhir. Ridho Allah menjadi tujuan dalam setiap langkah sehingga manfaatnya akan terasa untukku dan Masyarakat.
Wallaahu a’lam bishshowab…
Fathun minallaahi wa nashrun qoriib, wabasysyiril mu’minin.