Bencana selalu datang tanpa permisi. Ia tidak memilih waktu, tidak memilah kesiapan. Namun di balik setiap musibah, selalu ada sisi lain yang jarang disorot: solidaritas kemanusiaan.
Beberapa hari terakhir, kami—bagian dari Tim Relawan PWM DKI Jakarta—turut terlibat dalam respon bencana di Aceh. Dengan dukungan Grup RSIJ dan Lazismu, tim bergerak ke Gampong Pantee Lhong, Kabupaten Bireuen, membawa bukan hanya bantuan logistik, tetapi juga layanan kesehatan dan semangat kebersamaan.
Perjalanan ini mengingatkan kami bahwa kesehatan dan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.
Bencana dan Kerentanan Kesehatan
Setiap bencana selalu meninggalkan jejak yang sama: rumah rusak, akses terbatas, dan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Di lokasi terdampak, persoalan kesehatan sering kali muncul bersamaan—mulai dari luka ringan, penyakit kulit, gangguan pernapasan, hingga tekanan psikologis akibat kehilangan dan ketidakpastian.
Dalam situasi seperti ini, layanan kesehatan tidak cukup hanya hadir secara simbolik. Ia harus cepat, adaptif, dan menyatu dengan masyarakat.
Inilah yang coba kami lakukan di Gampong Pantee Lhong.
Bergerak Bersama: Relawan, Medis, dan Kemanusiaan
Respon bencana kali ini bukan kerja satu pihak. Tim Relawan PWM DKI Jakarta bergabung dengan relawan lokal, didukung penuh oleh:
-
Grup RSIJ, yang memperkuat layanan kesehatan dan tenaga medis
-
Lazismu, yang memastikan dukungan logistik dan kemanusiaan tersalurkan tepat sasaran
Kolaborasi ini menunjukkan satu hal penting: ketika organisasi bergerak bersama, dampaknya jauh lebih terasa.
Di lapangan, tim tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga:
-
Melakukan pemeriksaan kesehatan warga
-
Memberikan edukasi singkat tentang kebersihan dan pencegahan penyakit pascabencana
-
Menyapa, mendengar, dan menenangkan warga—hal kecil yang sering kali bermakna besar
Kesehatan sebagai Bagian dari Pemulihan
Bencana bukan hanya tentang bangunan yang runtuh, tetapi tentang ketahanan manusia. Dalam konteks ini, layanan kesehatan menjadi pintu masuk pemulihan yang lebih luas.
Sentuhan medis, perhatian pada lansia dan anak-anak, serta kehadiran relawan yang mau duduk dan berbincang dengan warga adalah bagian dari proses memulihkan rasa aman.
Bagi kami, ini bukan sekadar tugas, melainkan amanah kemanusiaan.
Dari Aceh, Kita Belajar Kembali tentang Makna Hadir
Aceh punya sejarah panjang dengan bencana. Namun setiap kali datang, masyarakatnya selalu menunjukkan keteguhan dan ketabahan. Kehadiran relawan dari berbagai daerah—termasuk dari Jakarta—adalah pengingat bahwa bangsa ini masih punya energi gotong royong yang kuat.
Bagi Tim KESMAS dan Relawan PWM DKI Jakarta, respon di Gampong Pantee Lhong menjadi refleksi penting:
bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya bekerja di ruang kelas, masjid, atau kampus, tetapi juga di tanah berlumpur, tenda darurat, dan desa yang sedang berjuang bangkit.
Penutup: Kemanusiaan yang Terus Bergerak
Kami datang sebagai relawan, tetapi pulang membawa pelajaran. Tentang ketulusan warga, tentang pentingnya kolaborasi, dan tentang makna hadir di saat sesama membutuhkan.
Dengan dukungan Grup RSIJ dan Lazismu, gerak kecil ini semoga menjadi bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah dalam menegakkan nilai rahmatan lil ‘alamin—menghadirkan manfaat, harapan, dan keberpihakan pada mereka yang terdampak.
Karena pada akhirnya, kesehatan dan kemanusiaan selalu berjalan beriringan.