Hi, Koteker dan Kompasianer. Apa kabar? Masih sehat dan bahagia?
Sabtu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana dan Pesanggrahan Indonesia e.V Bonn telah menyelenggarakan Kotekatalk-302 yang membahas tentang pengalaman seru menjaga stand Koteka di Pesta Rakyat Eropa di Keilheim, negara bagian Bayern, Jerman.
Gana Stegmann membagikan keseruannya. Diawali dengan mengisahkan bagaimana mbak Ria dari Semarang, membawa bendera Ria di Keilheim, mbak Siti Asiyah dari Pesanggrahan Indonesia e.V Bonn dan Gana Stegmann berembug untuk menyelenggarakan event tersebut. Dengan dukungan pemerintah daerah Keilheim, kegiatan berlangsung dari tanggal 3-4 Oktober 2025 di Kultur Kantine. Komunitas Traveler Kompasiana membuka stand pada hari Minggu dan memamerkan keindahan Indonesia lewat foto, lukisan dan pernak-pernik Indonesia.
Di bawah tenda, meja panjang telah diisi dengan barang-barang keindonesiaan yang siap menjadi bahan promosi wisata dan budaya tanah air Indonesia.
Apa saja tanggapan pengunjung yang nggak hanya diaspora dari Indonesia di Jerman dan masyarakat lokal?
- Indonesia indah
- Aku sudah pernah ke sana!
- Bagaimana caranya gabung Koteka?
- Bagus kegiatan Pesta Rakyat Eropa dan apa saja yang dilakukan Koteka
- Mendukung, positif!
Gambaran tentang suasana pesta dan apa saja standnya tampak terlihat dalam video dan gambar yang dipresentasikan dalam power point. Tak lupa betapa bangganya membawa nama Koteka dan Kompasiana di ajang internasional ini sangat bermanfaat nggak hanya secara individual tapi juga bersama-sama.
Paling heboh ketika gambar-gambar menampilkan siapa saja yang terlibat dalam kepanitiaan dan diaspora Indonesia. Spanduknya itu, lho! Nggak kuat!
Dari Keilheim, Jerman, kita ke Jakarta. Komunitas Traveler Kompasiana bekerjasama dengan Wisata Kreatif Jakarta telah mengadakan Kotekatrip-9 yang mengunjungi kapal dengan fasilitas perpustakaan internasional. Bagaimana rasanya, ya, masuk ke kapal yang sudah keliling dunia dan memuat banyak buku itu? Yang belum pernah, semoga jadi ingin ke sana dan naik Doulos Hope sendiri!
Adalah Hidayah Qudus, ibu yang juga Kompasianer, influencer, traveler dan blogger itu akan mengisahkan keseruan terlibat dalam kegiatan offline Koteka itu. Bagaimana perjalanan dari rumah ke sana? Siapa saja yang ikut? Apa saja keseruan selama di sana? Buku apa saja yang menarik perhatiannya? Kapan kapal itu akan ke Indonesia lagi? Di Kota mana saja?
Untuk tahu jawabannya, mari simak obrolan kami pada:
- Hari/Tanggal: Sabtu/ 17 Oktober 2026
- Pukul: 16.00 WIB Jakarta/ 11.00 CEST Berlin
- Link: DI SINI
Hiquds, panggilan keren narasumber kita kali ini sudah sering mengikuti kegiatan trip Koteka. Tetapi bisa saja, pengalamannya kali ini luar biasa hebohnya. Bukan dari kuantitas tapi dari kualitas yang dirasakan setelah mengikutinya. Berasa jalan ke luar negeri, deh! Betapa tidak, jadwal kapal tahun 2026-2027 tidak hanya ke Indonesia tapi juga Philipina dan Malaysia.
Doulos Hope. Doulos dari bahasa Yunani "servant atau pelayan" dan "Hope", harapan. Kapal ini memang mengusung banyak harapan dengan lebih dari 120.000 buku yang salah satunya adalah buku untuk anak-anak. Kalian yang berlama-lama di sana bisa duduk di cafe "Hope" di dalamnya.
Kapal buatan Jerman yang dibuat pada tahun 1991 itu dulunya bernama Lady Sarah, Aurora II, Mega Star Aries, Genting World, The Taipan, hingga menjadi Doulos Hope.
"Buah durian harum baunya, buah manggis manis rasanya. Bersama Komunitas Traveler Kompasiana, kita keliling dunia."
Jumpa Sabtu sore.
Salam Koteka. (Gana Stegmann)